Ancol dan 2 Hariku


lagi2 sabtu dan minggu ini aku diajak ke luar kota. agendany, tetap untuk jalan2 dan liburan gratis. sebenarny, meskipun gratis, aku berniat untuk ngak ikut dalam liburan kali ini. alasannya, lantaran tempat yang dikunjungi adalah dufan yang sebenarnya tempat yang kurang aku suka untuk liburan. tapi lantaran ada iming2 pergi ke taman safari untuk menikmati safari night, akhirnya aku memutuskan untuk ikut.

tepat jam 8 pagi aku dijemput oleh tema, yang pada liburan lalu juga dia ikut. selain adikku, adhit, kali ini tema membawa teguh, popie, dan andre yang kesemuanya adalah teman ina. namun sayang, liburan kali ini ina ngak bisa ikut lantaran harus mempersiapkan pernikahannya yang akan dilangsungkan tanggal 7 desember mendatang.

perjalanan kami mulai menuju bogor untuk menjemput yani. supaya cepat, kami memutuskan untuk lewat tol cipularang. namun kenyataanny, jalanan cukup padat yang di beberapa titik diwarnai dengan pamer paha alias padat merayap tanpa harapan. keadaan ini membuat kami tiba di bogor sekitar jam 1 siang.

setelah menjemput yani, kami tidak langsung berangkat ke jakarta. bersama yani, kami habiskan sekitar 1 jam untuk makan siang. lantaran harus menjemput seorang kawan yani dan karena ada keperluan terlebih dahulu, akhirny mobil kami arahkan ke arah serang, banten.

singkat cerita, kami tiba di ancol sekitar jam 7 malam dengan tambahan teman yani, agung. tanpa pikir panjang, kami parkirkan mobil, sewa tikar, dan nongkrong2 sambil ngobrol2 di pantai ancol. suasana saat itu sangat ramai. orang2 menghabiskan waktu mereka untuk bermain pasir dan mandi di pantai. sedangkan kami berdelapan menikmati makan malam berupa ayam dan nasi yang dibeli di a&w yang kami plesetkan menjadi american warteg.

tak ada hal yang istimewa yang kami lakukan selama di pantai ancol. anak2 menghabiskan waktu sembari ngobrol2 tentang musik. maklum, tema, popie, andre, dan teguh adalah orang2 yang masih berkecimpung di dunia musik. sedangkan yani dan agung, menjemput seorang kawan yang tinggal di jakarta. aku sendiri, lantaran udah jam 12 malam dan sedang dapat bonus nelepon gratis mentari, akhirnya aku menghubungi anggi untuk ngobrol2 mengisi kebosanan.

awalny, aku ngehubungi ibu psikolog ini lantaran pengen ‘say hello’ aja. tapi ujung2ny, kami berdua malah berdiskusi –kalo memang terlalu kasar bila disebut berdebat– mengenai banyak hal. bahan obrolan kami yang pertama adalah menyoal keperawanan dan kegiatan seks bebas. tinjauanny pun cukup luas, dari mulai aspek psikologis ampe kosmologi berkaitan dengan keperawanan. pembicaraan begitu hikmat dengan banyakny adu pendapat antara aku dan dia hingga topik pembicaraan secara tak sadar beralih membincangkan mengenai psikologi analisis dan humanistis. ternyata kedua bidang pskologi tersebut secara ngak sadar udah aku terapkan selama ini, meskipun dalam bentuk yang sederhana.

pembicaraan lainnya adalah mengenai hukum ketertarikan dalam buku the secret. lagi2 paradigma kami sangat jauh berbeda. anggi berpandangan bahwa sikap positif terhadap keinginan, bisa menggerakan alam semesta untuk mewujudkan keinginan tersebut. dengan kasarny, aku malah menuduh pendapatny terlalu materialistik dan mati. sebagai gantiny, aku memaparkan pendapat bahwa sikap positif terhadap keinginan harus disertai sikap ikhlas terhadap keinginan itu sendiri. apabila dua keadaan itu tercapai, tuhan, sebagai zat penentu keputusan, akan memberikan apa yang kita inginkan.

dua pendapat yang berbeda tersebut tak ayal membuat kami berdebat cukup lama dan panjang. dan ujung2nya, kami tertawa bersama lantaran masing2 dari kami senang ada orang yang bisa diajak berdiskusi hingga ranah filsafat. lebih dari itu, kami menceritakan euforia perdebatan yang baru saja kami lakukan. karena, setelah dipikir2, ternyata selama ini kami berdua kesulitan mencari orang yang bervisi sama. tak masalah berparadigma berbeda, yang pasti bervisi sama cukup untuk menyulut kebahagiaan berdebat dan bertukar wawasan.

mungkin memang karena dasar kami berdua doyan berdebat, ujung2ny kami berdebat lagi dengan topik keberadaan etnis tionghoa di indonesia. di satu sisi, ini adalah bahan kajianku selama lebih dari 2 tahun. di sisi lain, ternyata masalah ini merupakan tugas kuliahnya dia. dan lagi2, perdebatan sengit terjadi. anggi, yang masih punya darah belanda dengan pandangan psikologi analisis, mengkritik komunitas tionghoa yang terlalu mengekslusifkan diri. sedangkan aku, yang masih punya darah tionghoa, mencoba memaparkan pandangan dari sisi antropologi bahwa itu semua adalah bentuk trauma dari masa lalu yang apabila proses asimilasi berjalan dengan baik ke depanny, batasan itu bisa saja hilang. dipikir2, nampakny perseturuan blok barat dan blok timur masih tetap membekas ampe keturunannya yang sedikit-banyakny udah berasimiliasi dengan pribumi. hahahaha…

namun, lantaran batere hapeku udah skarat, akhirny kami mengakhiri sesi diskusi dengan rasa senang, bersemangat, dan janji untuk berdiskusi lagi lain waktu.

lantaran kami tidak menyewa penginapan, akhirny aku memutuskan untuk tidur di mobil. tapi ternyata nyamuk di sini cukup ganas. tanpa pikir panjang, aku, teguh, tema, popie, dan andre, sepakat untuk menuju pantai dan menyewa tikar lagi. dua meter dari jangkauan ombak, kami gelar tikar kami. popie, teguh, dan aku lebih memilih untuk duduk di tikar. aku sendiri mencoba untuk tidur. tema dan andre memutuskan untuk mandi di pantai. padahal waktu itu jam 4 pagi. busyet, deh.

setengah 5 pagi, air mulai pasang dan menyentuh tikar kami. akhirnya aku terpaksa terbangun lantaran harus menggeser tikar. meskipun begitu kegiatan tidur masih bisa dilanjutkan hingga jam setengah 6 pagi. karena tema dan andre kedinginan dan ngak nemuin tempat untuk mandi, akhirnya kami memutuskan untuk menuju mobil dan mencari tempat untuk mandi.

singkat cerita, tepat jam setengah 9 kami semua telah siap untuk maen di dufan. namun sesampainy di loket, ternyata dufan baru buka jam 10 pagi. akhirny kami menunggu sambil melakukan aktivitas seadany. lantaran kekurangan tidur, aku malah ketiduran sekitar 15 menit lamany.

tepat jam 10 loket dibuka. dan itu pun harus menunggu sampai jam 11 untuk menikmati permainan di dufan lantaran pintu gerbang baru dibuka jam segitu. lagi2 kami menunggu sambil melakukan aktivitas seadanya.

tepat jam 11 siang, pintu gerbang dibuka. kami berbondong2 menuju permainan yang cukup terkenal di dufan. dimulai dari bianglala yang membawa kita bisa melihat jakarta dari ketinggian. permainan selanjutnya kami sambung dengan kincir2 yang dilanjutkan dengan tornado. di kedua permainan ini, aku memutuskan ngak ikut lantaran memang ngak suka dan ngak punya keberanian lebih.

permainan selanjutny yang dicoba adalah niagara dan halilintar. untuk yang ini, aku memutuskan untuk ikut. nampakny ngak terlalu menyeramkan. dan memang, cukup mengasyikan. meskipun begitu, aku ngak menikmati sama skali permainanny. untuk niagara, terjunny terlalu sebentar sehingga tidak sempat merasakan kesenangan yang berarti. untuk halilintar juga, terlalu bentar. lebih dari itu, lantaran gaya gravitasi yang terlalu besar, membuat kepalaku ngak bisa diangkat. dan yang ada, cuman bisa liat kaki doang.

permainan lainnya? arung jeram dan rumah boneka menjadi penutup liburan kami di dufan. lagi2, di kunjungan kali ini juga aku ngak menemukan kesenangan dan kenyamanan bertamasya di tempat seperti ini. pikirku, masih lebih baik main ke hutan bertemu dengan monyet dan menelusuri jalan setapak daripada bayar mahal2 hanya untuk dijungkirbalikan dengan resiko keselamatan yang cukup tinggi tentunya.

menjelang jam 4, kami memutuskan untuk pulang ke bogor, mengantar yani. alih2 untuk pergi ke taman safari, yang ada malah kecapean dan ngantuk yang amat sangat. lantaran tak mungkin untuk melanjutkan perjalanan, akhirnya kami semua memutuskan untuk tidur sejenak. sesuai rencana, jam 2 pagi kami semua bangun dan kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke bandung untuk menikmati awal november dengan bekerjaan yang setumpuk. yeah…!!!

5 thoughts on “Ancol dan 2 Hariku

  1. lintasmarketing berkata:

    Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di http://www.lintasberita.com/ akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk WordPress dengan installasi mudah.
    Kami berharap bisa meningkatkan kerjasama dengan memasangkan WIDGET Lintas Berita di website Anda sehingga akan lebih mudah mempopulerkan artikel Anda untuk seluruh pembaca di seluruh nusantara dan menambah incoming traffic di website Anda. Salam!

  2. Yudha P Sunandar berkata:

    @ anggi
    kapan yah? akhir november ke bali, yuk…?!?!?! tapi bayar sendiri2 yah.😀
    atau, kalo ngak akhir november, kapan lagi yah? atau nunggu kamu liburan di bandung lagi, deh. baru abis itu kita jalan2 semau kita. hihihihi

    @ pashatama
    iya dong teh. sedap. mumpung masih bujangan. jalan2 gratis, kapan lagi. hehehe
    iya tuh teh. ngak tau yang komen pertama, bawaanny pengen debat mulu. tadi malem aja, pas nelepon, udah nanyain kapan dapet ‘free talk’ lagi. supaya bisa debat. (doh)
    hehehe

    @ unikzone
    salam kenal juga. trima kasih udah mengunjungi blog ini. sukses selalu.

  3. pashatama berkata:

    Yudha ni kok kedengerannya jalan2 gratis mulu ya, sedappp!!! ajak2 dong😛

    Yudh, kok ya udah suasana pantai masih aja berdebat soal yang berat2? santai dikit dong ah, hehe…..

  4. anggi berkata:

    hahahahahaha….-ketawa lagi,kali ini lewat blog-

    maaf, belom bisa kasih komen di cerpen,
    lagi sibuk ni…
    gaya euy, sekarang sering jalan2
    kapan2 ajak aku donk,
    disini gak pernah jalan2. skalinya jalan2, tujuannya ke perpus. sama aja boong,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s