Nenek dan Seorang Anak


suatu ketika, seorang nenek dan seorang anak, yang tak lain adalah cucuny, sedang berjalan dari pasar menuju rumah. saat tiba di sebuah padang yang cukup luas, sang anak melihat seekor elang terbang melayang-layang di udara. sendiri, tanpa kawan, dan hendak mencari mangsa untuk santap siangnya hari itu. melihat elang yang sendiri, kemudian sang anak bertanya kepada sang nenek, “nek, kasian yah elang itu. terbang kesana-kemari sendiri tanpa teman.”

“dia tidak sendiri, cucuku,” jawab nenek bijak. sang anak tampak bingung mendengarkan penjelasan sang nenek.

“dia tidak sendiri. ada tuhan yang menopang sang elang sehingga dia tidak takut terjatuh saat terbang,” lanjut sang nenek.

“apakah aku juga bisa terbang seperti elang itu, nek?” tanya sang anak singkat kemudian.

“tidak. kamu tidak akan bisa terbang cucuku. tapi kamu tidak sendiri,” jawab sang nenek ringkas.

“ketika orang tuamu tiada, tuhan mengirim nenek untuk menjagamu dan menemanimu. kelak kalo nenek telah tiada, tuhan juga akan mengirimkan orang lain untuk menjagamu dan juga menemanimu. atau bahkan, tuhan akan memberikannya langsung padamu, cucuku. menjagamu dan menemanimu tanpa kamu merasa kesepian dan tanpa kamu merasa takut, meskipun tidak ada satu orang pun di dekatmu,” jelas sang nenek panjang lebar.

story by: agus setiadi

Iklan

8 thoughts on “Nenek dan Seorang Anak

  1. Yudha P Sunandar berkata:

    ketika engkau berpikir bahwa hanya blog dan kesendirianmu, bahwasannya kamu tidak akan pernah sendiri.

    *nyambung2in ama postingan setelah ini, ah. hehehe. 😀 *

  2. Yudha P Sunandar berkata:

    @ sekardus ide
    apa yang setuju, om…??? 😀

    @ bang aswi
    hahahaha. kang aswi bisa aja.
    anw, di blogroll saya emang sengaja nyantumin nama lengkap, kang. yang terkenal maupun yang tidak terkenal dengan nama lengkap tersebut, yah dicantumin.
    tapi kalo akang mau ganti, nanti deh saya ganti.
    gmana kang? tetep nama panjang atau nama terkenal…??? 😀

  3. Bang Aswi berkata:

    Huehehehe … nggak usah dijelasin, Yud. Yang penting, siapapun kita: Sososibuk maupun Anis tidak sendirian (pan, aya yudha ^_^).

    Yud, nama saya diganti jadi Bang Aswi aja ya, jangan Agus Wibowo (banyak yang nggak kenal nama itu). Nah lho?!

  4. Yudha P Sunandar berkata:

    @ sososibuk
    coba baca lagi. tadi ada 2 kata yang ilang dan akhirny maknany malah kabur. terus emang sngaja ngak ditulis kesimpulanny. karena orang pastiny punya kesimpulan berbeda2. biarlah yang baca sendiri yang ngambil kesimpulan sendiri. 😀

    @ anis
    tapi ngerti kan mba maksudny…??? 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s