Ketika Aku Lulus Kuliah…


seorang kawan akan wisuda esok hari. dalam beberapa hari ini, plurkny begitu kentara memperlihatkan kesedihanny meninggalkan dunia kampus. pesan2 perpisahan yang terdengar sangat sedih, tak jarang harus keluar yang disertai dengan komentar2 khas mahasiswa dari kawan2nya. meskipun begitu, tak jarang pesan2 optimis menampakan diri sebagai penghibur dan penggembira.

sejujurnya, aku memposting tulisan ini lantaran aku sendiri ngak mengalaminya ketika itu terjadi. waktu lulus kuliah, yang aku rasakan adalah kebahagiaan lantaran bisa meninggalkan kampus ‘suck’ itu. kampus yang bagiku lebih terlihat sebagai tempat pengekangan kreativitas dan ide2 dibandingkan tempat berkreasi dan beraspirasi. belum cukup dengan itu, ritual wisuda pun sengaja aku ngak ikuti. mungkin ini bentuk protesku atas kehidupan sosial kampus tempat kuliah yang ngak seperti yang kubayangkan. dan lebih parahnya lagi, ijazah pun ngak pernah kuambil sampai saat ini. cuman aku belum begitu ekstrim dengan mengatakan diriku ngak pernah kuliah sama sekali di kampus itu.

sewaktu menginjakan kaki pertama kali di kampus itu, aku berharap sekali mengalami kehidupan ideal sebagai seorang mahasiswa. penuh dengan kuliah yang menginspirasi, proses transfer ilmu terjadi dengan 2 arah, ide2ku bisa terwujud dengan baik, mengenal dosen untuk mengerjakan beberapa penelitian, dan punya laboratorium untuk melakukan riset. tapi kenyataanny bukan itu yang terjadi. kuliah sama sekali tidak pernah menginspirasiku untuk melakukan suatu hal. kemudian proses transfer ilmu pun hanya terjadi 1 arah dengan tentuny memaksakan pendapat dosen kepada mahasiswa. dosenny pun sbagian besar sombong dan ngak pernah mau mengenal mahasiswanya. lebih dari itu, laboratorium tempatku jadi asisten, dikelola secara amburadul dan sama sekali ngak punya keinginan buat melakukan riset. padahal ide2 untuk riset banyak tersebar, tapi ditanggapi dengan begitu sinisnya. argh…

akhirnya, aku lebih memilih untuk berkegiatan di luar dan menjadikan kuliah sebagai pekerjaan sampingan. ngak masuk selama beberapa minggu bukanlah hal yang aneh bagiku saat itu. tugas hanya untuk diliat kemudian kuacuhkan. ip pun merosot dari saat awal semester terpampang nilai mendekati 4, hingga ujung2ny tidak lebih dari 2. lebih parahny, aku bangga dengan 12 sks nilai d dan 3 sks nilai e di tingkat akhir. anehny lg, itu pun masih bisa lulus kuliah. terkadang aku berpikir, kampus macam apa tempatku kuliah sampai2 tantangan untuk bisa lulus pun begitu kecil dan ngak menggemaskan.

sebenerny hal yang sama kejadian waktu aku lulus sma. aku begitu senang bisa merasakan hawa kebebasan ketika lulus dari sekolah yang lebih mirip penjara dibandingkan sekolah. idealny, memang tidak ada hal yang mengecewakan secara akademik di sma-ku. termasuk sekolah yang favorit di bandung, guru2ny begitu kenal baik denganku, belajarny terbilang menantang dan mengasyikan, dan proses pengembangan potensi anak di bidang akademik terjadi dengan sangat baik. tapi lagi2 aku kecewa dengan proses kreatif di masa sma.

untuk menuangkan ide2 kreatif, terasa sangat sulit. karena sejujurnya ada keterbatasan akses untuk menggunakan sarana sekolah seperti laboratorium, ruangan, dan peminjaman alat2 untuk hanya sekedar melihat percikan api dari clorin yang dicemplungkan ke asam sulfat. beberapa proposal acara pun selalu banyak yang tidak pernah lolos seleksi. meskipun kabarny ketika aku telah lulus, sma-ku mulai membuka diri. tapi tetep aja ada banyak kenangan buruk berkaitan dengan proses pengekspresian nilai2 kreatif dari dalam diri saat sma dulu.

kalo di masa lulus kuliah dan sma aku amat sangat begitu senang bisa meninggalkanny, lain halny saat masa smp. ketika lulus smp, aku begitu sedih dan enggan meninggalkan bangku smp. malah, beberapa kali mimpi kalo smp-ku akhirnya membuka sma dalam satu manajemen yang sama. tapi ternyata itu hanya bunga2 tidur semata. kenyataan adalah kenyataan. meskipun sangat pahit, tetap harus kujalani.

meskipun begitu, 22 tahun 11 bulan dan 13 hari hidupku telah berlalu. ada banyak kenangan buruk yang tidak bisa terlupakan, bukan berarti aku harus mengalami hal yang sama di masa datang. proses pendewasaan tak jarang harus terjadi melalui pengalaman2 pahit dan tak terlupakan. karena beginilah hidup. sangat pahit dan tak menyenangkan apabila diratapi, tapi sungguh amat sangat indah dan manis apabila disyukuri.

17 thoughts on “Ketika Aku Lulus Kuliah…

  1. Yudha P Sunandar berkata:

    @ anis
    kok merhatiin, mba…??? hehehe.
    bukan 17 hari, mba. tapi 18 hari. kan bulan oktober keitungny 31 hari. bukan 30 hari.
    kalo 17 hari setelah tanggal sgitu, ntar jatuhny ultahny koen.jr๐Ÿ˜€

    @ enggar
    tadiny ngak aku ambil lantaran kuliah s1-ku sama skali ngak terpengaruh ama ijazahku yang dulu, mba. nilai yang ditransfer ngak banyak, cuman mata kuliah dasar umum aja.
    tapi kalo emang ngak usah nebus uang wisuda, aku ambil deh. kalo suruh nebus, aku usahakan ambil, meskipun agak lama. hehehe
    trims yah mba nasehatny…๐Ÿ™‚

  2. enggar berkata:

    Yud, kalo boleh aku kasi saran, urus dan ambil ijasahmu. Bagaimanapun tak sukanya dirimu tapi realitanya kamu hidup di negeri yang masih menilai segala sesuatunya dari sertifikat. Sementara ambillah dulu, berjalannya waktu segala embel-embel itu bisa kamu lepaskan satu persatu dengan meningkatnya skill yang kamu punya. Ayo, nggak boleh ngambek๐Ÿ™‚

  3. Bayu berkata:

    @yudha

    yud dirimu minta kampus kaya gimana? kok gak disurvey dulu?

    gua rasa kalau emang loe nyari ilmunya dosen ada kok yang mau sharing. dirimu sepertinya hanya terbentrok pada paradigma mu sehingga menganggap semuanya sama.

  4. Yudha P Sunandar berkata:

    @ sososibuk
    yah, gmana kampusny, shel.

    @ petra
    kan yang wisuda bsok buka dia aja, pet.

    @ ali
    yups, bener banget. kampus bobrok emang.

    @ bang aswi
    tapi itu juga yang jadi pertanyaan saya, kang. apakah beruntung itu slalu identik dengan kuliah di kampus yang bagus? kalo aku justru berpendapat kuliah beruntung tuh kalo dapet kampus bagus dan sesuai dengan minat kita.
    meskipun begitu, saya setuju dengan kampus terbaik dengan lulusan yang akan terbaik pula, kampus kehidupan…๐Ÿ˜‰

    @ chimod
    hmmm… bukan pilihan juga…

    @ wirawan
    yah, kalo kampusny oke sih ngak masalah kuliah lagi juga. ini kan kampusny yang ngak ok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s