Menggugah Liburan di Pantai Carita


tepat sekitar jam 1 dini hari jumat lalu, seorang sahabat sekaligus saudaraku, ina, mengirimkan pesan singkat melalui sms. isinya, ajakan untuk ikut berlibur ke pantai carita. dua hari sebelumnya memang dia ultah. dan sebagai hadiahnya, seorang temanny yang tinggal dan kerja di bogor, menghadiahinya jalan2 ke pantai carita. supaya ngak terlalu sepi, temanny sang sahabat, nyuruh untuk sahabatku ini ngajak beberapa orang dari bandung.

sebenarnya aku sendiri agak keberatan untuk ikut lantaran siangny seorang kawan berkunjung ke bandung dan perlu membicarakan beberapa hal mengenai rencana kegiatan yang akan diselenggarakan di bandung. tapi setelah paginya aku coba sms-an, akhirnya kami sepakat untuk membicarakanny hari senin di jakarta. meskipun akhirnya menjelang jam 11, beliau menyuruhku datang untuk membicarakanny sebentar.

tepat jam 1 siang, setelah kembali dari tempat pertemuan dengan seorang teman, aku dan adikku, adhit, langsung menuju terminal leuwipanjang. sesampainya di sana, sahabatku udah nunggu dengan seorang temannya, tema, yang merupakan temanku juga saat kami semua beraktivitas di jendela ide, sebuah event organizer yang menyelenggarakan event musik di bandung. setelah duduk2 dan ngobrol2 dikit, akhirnya kami berempat, aku, ina, tema, dan adikku, langsung memilih bis untuk berangkat ke bogor. kota hujan ini memang tujuan pertama kami lantaran teman sahabatku yang mau ngebayarin jalan2 ke pantai carita, memang tinggal di bogor.

setelah melalui 4 jam perjalanan melalui puncak, akhirnya kami berempat tiba di terminal baranang siang, bogor. cukup lama kami singgah di sini hingga akhirnya teman sahabatku, yani, datang dengan menggunakan taksi. setelah berkenalan dan ngobrol2 sebentar, kami langsung diboyong menuju tempat makan yang letaknya sekitar 30 menit ke arah utara. usai makan malam, kami semua menuju kontrakan yani untuk menginap dan melanjutkan perjalanan ke pantai carita keesokan harinya.

kami semua tidur cukup larut. maklum, 3 orang dari bandung lainnya, adikku, ina, dan tema, memang orang2 yang doyan ngomong. meskipun adikku dan tema baru kenal, tapi pembicaraanny udah ngaler-ngidul dan terlihat seperti orang yang telah kenal lama.

keesokan harinya, pagi2 kami bangun. usai mandi, ngangkut barang ke mobil sewaan, dan makan mie soto, kami semua menuju kantor yani. kali ini adhit yang nyetir lantaran ngak ada orang lagi yang bisa nyetir. dan ini adalah kali pertamany aku liat dia nyetir. cukup was2 juga ketika dia yang nyetir. maklum, selain ngak punya sim, dia juga mengaku ke ortu dan aku kalo dia nyetir spesialis di kawal polisi dan di jalan tol. tapi untungny nyampe kantor yani selamat tanpa lecet sedikitpun. dari kantor yani, ikut 3 orang teman yani, eko, abdul, dan ervin.

menjelang jam 10, kami semua memulai perjalanan menuju carita dengan eko sebagai driver dan adhit sebagai co-driver. sebelum mengarahkan mobil ke tol, kami semua transit dulu ke tempat belanja. yani dan ina kemudian membeli beberapa cemilan dan pakaian. meskipun bilangnya bentar, tapi mereka berdua berbelanja menghabiskan waktu hingga 2 jam lamanya. duh, dasar cewe.πŸ˜€

menjelang jam setengah 1, mobil kami arahkan menuju jakarta untuk kemudian mengarah menuju banten. setelah transit di serang dan padeglang, akhirnya kami tiba di carita menjelang jam 7 malam dengan 2 orang tambahan yang merupakan temanny yani, yaitu gilang dan agung, yang kami angkut ketika transit di pandeglang.

usai beristirahat sebentar, kami bersepuluh langsung menuju pantai yang jarakny lebih kurang 100 meter dari penginapan. ternyata sebelum menuju pantai, yani merencanakan sebuah skenario untuk ngebuat ina malam ini bermandikan telor dan terigu. akhirnya, setelah sampai di pantai, rencana ini berjalan mulus. telor mentah dan terigu berhasil membuat sekujur tubuh ina bau amis dan berlumurkan terigu. maklum, hadiah buat yang ultah.πŸ˜€

usai menjebak ina, yani, adhit, dan tema bukanny balik menuju penginapan. mereka bersama ina malah asyik maenan air ampe sekujur tubuh mereka basah kuyup di pantai yang masih gelap gulita lantaran bulan belum muncul. aku sendiri lantaran bawa kamera dan bertugas jadi juru potret, tak sampai basah kuyup seperti mereka. hanya kaki dengan celana yang disingsingkan ke atas yang terkena air. sementara kami berlima asyik bermain2 di pantai, teman2 yani hanya duduk2 di pinggir pantai sambil merokok dan bermain gitar.

menjelang jam 8 malam, kami semua kembali ke penginapan. yani, ina, adhit, dan tema kemudian beranjak mandi dan mengganti baju mereka. aku sendiri setelah mengganti celana yang basah, langsung menuju pendopo di depan penginapan untuk makan malam. jam 9 kami baru menyantap hidangan laut yang semuanya di bakar dan disajikan dengan sambal kecap yang dicampur dengan cabe rawit, cabe, dan bawang merah. ikan kue, bawal merah, bawal, dan cumi, terasa nikmat disantap dengan lahap.

usai perut kenyang, yani, ina, aku, tema, dan adhit menuju penginapan. kegiatan yang kami lakukan menghabiskan makanan dan ngobrol2 sembari menonton tayangan televisi sambil menunggu waktu untuk jalan2 kembali di pantai sambil menikmati cahaya bulan 4 hari pasca purnama. aku sendiri menghabiskan waktu dengan yani sembari ngobrol tentang berbagai hal.

karena keasyikan ngobrol, ngak kerasa udah jam 1 dini hari. aku liat ina, tema, dan adhit dan terlelap tidur. akhirnya karena udah kepalang pengen liat pantai di bawah sinar purnama, aku memutuskan untuk pergi sendiri. tapi lantaran sedikit takut, akhirnya ditemenin ama yani yang belum juga tidur.

aku dan yani berjalan menyusuri pantai di bawah terang bulan sambil melanjutkan obrolan yang sempat terhenti. sambil ngedengerin obrolan yani, aku sedikit autis memandangi deretan bintang2 yang mengitari bulan sambil sesekali melihat pantai yang cukup luas. skitar 1 jam lamany kami berjalan2 di pantai yang kami akhiri menuju penginapan dan beristirahat.

keesokan harinya, kondisi badanku kurang enak. perut kembung, kentut mulu, dan sesekali muntah2. yups, aku masuk angin. ternyata bukan aku aja yang masuk angin, ina, adhit, dan tema juga mengalami hal serupa. meskipun begitu, aku, yanni, adhit, dan tema tetap melanjutkan bermain air di pantai hingga basah kuyup. ina, yang mulai demam, hanya duduk2 di pinggir pantai sembari menjaga sendal dan beberapa barang yang kami titipkan ke dia.

cukup lama juga kami bermain air di pantai, sekitar 3 jam lamanya. cukup banyak permainan yang kami mainkan, mulai dari sepak bola, bola voli, renang hingga naik banana boat. ada pengalaman yang ngak terlupakan saat menaiki banana boat. ketika meluncur di tengah laut, pengemudi berbelok terlalu kencang sehingga membuat kami semua terpelanting masuk ke air. skenario ini seharusny dilakukan sekitar 20 meter dari bibir pantai. tapi nampakny terlalu cepat dan ngak disengaja. aku sendiri sebenarnya agak panik lantaran takut tau2 ada hiu melintas. tapi untungny hal itu ngak pernah terjadi.

abdul, salah seorang teman yani, terlihat cukup panik saat ini terjadi. ternyata dia ngak bisa renang. meskipun udah pake pelampung, dia masih berpegangan erat dengan kawannya yang bisa berenang. alhasil, kawan abdul bukanny bisa berenang, tapi cukup lama juga kepalany terbenam di dalam air lantaran dipegangi oleh abdul. parahnya lagi, mereka berdua ngak maju2 menuju perahu lantaran keberatan oleh abdul yang sangat erat memegangi kawannya.

menjelang jam 10, kami semua bergegas menuju penginapan. alih2 mandi, aku, tema, dan adhit malah membenamkan diri di kolam depan penginapan yang ukuranny cuman 6 meter persegi. meskipun tujuanny untuk membersihkan diri, tapi tetep aja kegiatan ini menyita waktu 1 jam lamany.

setelah selesai mandi dan berganti pakaian, kami semua melanjutkan dengan makan siang. menu kali ini ngak jauh beda dengan menu tadi malam. ada ikan kue, bawal, udang, dan ayam yang semuany dibakar dan disajikan dengan sambal kecap. yummie… kami semua makan dengan lahap sampai2 ada yang ngak kebagian makanan karena begitu buasnya kami makan hingga tak menyisakan untuk yang telat datang.

menjelang jam 1 siang, hujan turun dengan cukup deras. daripada bete di penginapan, akhirnya aku, yanni, ina, tema, adhit, dan agung memutuskan untuk menuju karang bolong yang jaraknya skitar 20 km dari penginapan. sesampainya di tempat tujuan, bukan cuaca mendung yang kami dapati, tetapi cuaca cerah dan segar. 30 menit lamany kami di sini. menikmati pemandangan lautan yang luas dengan anginny yang cukup besar dan kencang. berfoto2 pun bukan hal yang mampu kami hindari di tempat yang sekeren ini.

menjelang jam 4 sore, kami semua akhirnya berkemas dan mengarahkan mobil kami menuju jakarta. wajah2 yang seger dan ceria saat datang, kini berubah jadi agak lesu dan kecapean serta beberapa diantarany berpenyakitan. lebih dari itu, kami semua agak sedih harus meninggalkan kebersamaan kami semua yang cukup menyenangkan di pantai carita.

trims untuk yani yang udah ngasih fasilitas berlibur. kapan2 kita deh yang menjamu kamu di bandung. selamat ultah juga buat ina yang bulan desember nanti akan melangsungkan pernikahanny. trims juga buat semua atas liburan yang menyenangkan ini. sampai jumpa di lain kesempatan. semoga masih ada liburan yang kaya gini lagi.πŸ˜€

11 thoughts on “Menggugah Liburan di Pantai Carita

  1. Yudha P Sunandar berkata:

    hari jumat ampe sabtu pagi, mba. hari mingguny cuman ngelintas jakarta langsung ke bandung.πŸ˜€
    ntar aku juga mau ke bogor lagi. mau ke kebun raya bogor. mudah2an bulan depan ada yang mau minjemin kamera.πŸ˜€

  2. Yudha P Sunandar berkata:

    @ petra
    mang lu suka ke sana yah?
    emang menyenangkan pet. bukan ‘sepertinya’πŸ˜€

    @ ali
    iya dong. asyik…πŸ˜€

    @ sososibuk
    halah. harusny gw bilang ngak ama ade gw yah kmaren. hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s