Catatan Perjalanan Lebaran 1429 Hijriah: Liburan Idul Fitri


bukan jurnalis namany kalo ngak buat catatan perjalanan atau jurnal. postingan berikut adalah sedikit cerita perjalananku selama lebaran tahun ini yang terkadang menyenangkan, menyedihkan, memuakkan, menyakitkan, dan menantang.

30 september 2008

perjalanan lebaran kali ini diawali tepat jam 12 malam tanggal 30 september. hal ini aku lakukan untuk menghindari kemacetan selama perjalanan dan bis yang sesak oleh pemudik yang notabeneny terjadi pada siang hari. dengan ngebawa 2 tas pakaian kotor, buku, dan hape beserta charger-ny, aku menuju bandara cicaheum yang letaknya hanya 10 menit dari kamar kostan. bis menuju arah cirebon baru aku dapatkan dan lepas landas sekira 1 jam kemudian.

menghabiskan 2,5 jam perjalanan, akhirnya aku sampai di majalengka, tempat kediaman ortuku. setelah sahur dan shubuh, melanjutkan dengan tidur hingga sore menjelang. selain ngobrol dan makan setelah maghrib, ngak banyak yang bisa dilakukan hari ini hingga gema takbir berkumandang usai.

1 oktober 2008

ketidaknyenyakan tidur lantaran suhu yang panas dan nyamuk yang ganas, membuatku baru terbangun jam 11 siang. cuman bisa bengong sambil ngumpet dari tamu2 yang berdatangan ke rumah. baru setelah gelap turun, aku dan adeku beranjak menuju pasar yang jarakny hanya 5 menit pake motor. tujuannya, beli kembang api dan petasan yang kemudian kami sulut setelah tiba di rumah yang membuat suasana agak berwarna.

2 oktober 2008

sisa petasan yang kami sulut malamnya, masih tersisa sangat banyak. di belakang rumah, aku dan beberapa keponakan yang usiany sekitar 10 tahunan, beramai2 menyulut petasan yang membuat suasana agak gaduh. satu hal yang diharamkan dalam menyulut petasan adalah menutup telinga. bagaimana pun juga, kalo memang menginginkan suasana hening, janganlah menyulut petasan.😀

menjelang siang hari, udara mulai sangat panas. beruntunglah sekitar 1 km dari rumah ortuku ada kolam renang yang baru dibuka. akhirny, tanpa pikir panjang, aku, adeku, ade sepupuku, dan keponakanku, meluncur ke kolam guna menyegarkan diri. 3 jam lamanya kami bermain air tanpa sedikit pun keluar dari kolam. meskipun airnya sedikit ijo, tapi nampakny keadaan ini masih lebih baik daripada harus bermandikan keringat.

menjelang jam 4 sore, setelah mandi dan makan, aku dan adeku memutuskan untuk mengitari desa ortuku. kami mulai perjalanan ke arah barat menuju pasar untuk membeli petasan yang kami lanjutkan ke arah utara menuju pangkalan angkatan udara yang jaraknya sekitar 5 km dari pasar. di pangkalan udara yang dikelilingi oleh persawahan yang sangat luas, kami hanya duduk2 singkat sambil sedikit narsis dengan berfoto di tengah pematang sawah.

tak lebih dari 20 menit, kami kemudian memutuskan untuk mengarahkan motor menuju arah timur dari pangkalan. melewati jalan pedesaan yang penuh lubang dan sebagian besar terdiri dari bebatuan yang sangat besar. setelah menghabiskan sekitar 5 km jalanan tak sedap desa tetangga, kami kembali bertemu dengan sawah yang luasnya beratus2 hektar. di sebuah jembatan di tengah sawah, kami berhenti untuk kembali narsis. beberapa batang petasan yang kami beli pun, kami sulut untuk sekedar memecah kesunyian sore.

sebelum maghrib, aku dan adeku nyampe di rumah ortuku. sekitar seratus lebih petasan yang baru aku beli, aku dan keponakanku sulut di belakang rumah. suara ledakan petasan akhirnya saling bersahutan dengan suara mengaji di masjid yang jaraknya sekitar 100 meter dari kami. suasana malam, aku dan keluargaku habiskan untuk ngobrol2. terkadang, suara petasan terdengar dari halaman rumah ortuku yang sengaja ku sulut lantaran iseng.

menjelang jam 11 malam, kami sekeluarga bersiap beristirahat. sekitar jam 11 lebih, bapakku dapat kabar kalo nenekku, ibu dari ibuku, masuk rumah sakit. meskipun baru dapet kabar bahwa nenekku masuk rumah sakit, aku, bapakku, dan adeku justru punya perasaan kalo nenekku udah ngak ada. tapi lantaran menjaga perasaan ibuku dan belum ada berita pasti dari jawa tengah kalo nenekku udah ngak ada, akhirnya kami bertiga hanya berdiam diri sambil berusaha memejamkan mata.

One thought on “Catatan Perjalanan Lebaran 1429 Hijriah: Liburan Idul Fitri

  1. achfaisol berkata:

    semoga rahmat & pertolongan Allah senantiasa tercurah atas sampean & keluarga, amin…

    selamat Idul Fitri 1429H… mohon maaf lahir & batin juga…

    sebagai tambahan, saya membuat tulisan tentang “Idul Fitri, Kembali Fith-rah ataukah Kembali Fith-run?”
    silakan berkunjung ke:

    http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/10/idul-fitri-kembali-fith-rah-ataukah.html
    (link di atas adalah tulisan ke-1 dr 2 buah link tentang Muhasabah Idul Fitri)

    semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin…

    salam,
    achmad faisol
    http://achmadfaisol.blogspot.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s