Catatan Perjalanan Lebaran 1429 Hijriah: Dalam Duka Cita


3 oktober 2008

sekitar jam 12 lebih 15, bapakku ngebangunin aku setelah dapet kabar kalo nenekku udah tiada. kami bertiga, aku, bapakku, dan ibuku, langsung mengemas pakaian untuk langsung pergi ke gombong, sebuah kota yang terletak di jawa tengah bagian selatan. perjalanan yang menghabiskan waktu 6 jam, kami tempuh dengan menggunakan bis dari bandung yang lewat majalengka sekitar jam 1 dini hari.

tiba di gombong sekitar jam 7 pagi. nenekku udah terbalut kain kafan di ruangan yang hanya diisi oleh 6 dari 8 anakny serta beberapa anggota keluarga lainnya. pelayat hanya berkerumun di halaman dengan duduk di kursi yang telah disediakan. seusai iseng melihat wajah nenekku, aku pun pergi berkumpul dengan sepupuku yang sedang ngobrol2 di rumah bude-ku yang letaknya tepat di sebelah rumah nenekku.

menjelang jam 11, upacara pemakaman usai dilaksanakan. jarak makam yang cukup jauh, sekitar 5 kilometer, harus ditempuh dengan berjalan kaki melewati pematang sawah dan bukit dengan jalanan berbatu. parahnya lagi, itu semua dilakukan dengan setengah berlari lantaran entah kenapa keranda yang diusung seperti ingin cepat2 menuju makam. hasilny, setelah sampai makam, para pengusung keranda yang notabeneny orang2 kota, kecapean dan sedikit kelabakan.

usai jumatan, aku menghabiskan waktu dengan tidur lelap dan pulas di bawah pohon pisang. kebanyakan dari saudara2ku juga mengalami nasib serupa, yaitu tidur lelap dan pulas. tak heran kalo mereka kecapean lantaran sebagian besar di antara mereka menempuh perjalanan yang cukup jauh, yaitu dari bandung menuju gombong yang jarakny lebih kurang sekitar 300 km.

setelah maghrib tiba, diadakan tahlilan. para tetangga yang siangnya ikut membantu, datang berbondong2 usai menunaikan sholat maghrib di tempat tinggal masing2. menjelang jam 9 malam, kami semua menyantap makanan yang memang disediakan untuk tahlilan ini. bakakak ayam yang tersedia utuh dan lebih dari 7 ekor, ludes dalam sekejap oleh sepupuku dan anak2 nenekku yang tak lain adalah paman dan bibiku, yang memang pada doyan makan. aku sendiri cuman kebagian tulang belulangny lantaran telat muncul. argh.

4 oktober 2008

jam setengah 6 pagi, orang2 udah banyak yang beraktivitas. langit yang biasanya di bandung masih gelap, di sini justru terang seperti jam 6 di bandung. setelah makan pagi, aku dan saudara2 sepupuku dengan menggunakan 2 mobil, pergi bermain ke pantai yang jarakny sekitar 25 km dari rumah nenekku.

setibanya di pantai suwuk, tetangga pantai karang bolong, kami langsung berlarian menuju ombak yang berdebur cukup kencang. kami pilih pantai ini lantaran pantai ini adalah salah satu pantai yang jarang dikunjungi oleh orang2. kebanyakan, orang2 mengunjungi pantai karang bolong dan pantai ayah yang memang jarakny cukup dekat dari pantai yang kami kunjungi.

setelah puas bermain air, sekitar jam 1 siang, kami pulang menuju rumah nenekku. tak banyak yang aku lakukan selain mandi dan makan serta ngobrol2. setelah maghrib pun diselenggarakan kembali tahlilan. dan lagi2 bakakak ayam yang jumlahny lebih dari 7 ekor, ludes dan hanya tersisa tulang belulangnya doang.

menjelang jam 9 malam, aku diajak oleh pakde-ku untuk ikut pulang ke cirebon. mobil yang mereka tumpangi, masih tersisa 1 tempat duduk kosong dan sepertiny sayang untuk disisakan. akhirnya, rencana awal pulang hari senin, batal dan berganti jadi hari sabtu tengah malam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s