Empat Jempol untuk Laskar Pelangi


tanggal 25 september yang lalu, aku bersama seseorang yang anak bapakku dan ibuku, tapi bukan sodaraku, nonton film laskar pelangi di blitz megaplex, paris van java, bandung. berbekal undangan gratisan dari bu debi, aku meluncur ke paris van java yang jarakny skitar 30 menit ke arah barat laut dari bandung indah plaza. setelah sampai dan menukarkan undangan, aku mendapatkan sebuah tiket nonton dengan nomor kursi r-18. menurutku ini nomer yang bagus lantaran baik huruf maupun angka sama2 kelipatan 9.πŸ˜€

menjelang jam 1 siang, penonton yang merasa tiketnya tertera studio audi 5, dipersilahkan masuk ke ruangan. ternyata emang bener posisi kursinya bagus banget. kursi paling belakang, paling atas, dan kursi paling nyaman untuk melihat layar bioskop yang ukuranny gede banget.

menjelang jam setengah 2, film baru diputer. layar lebar di bioskop langsung ngeliatin suasana kota belitong di tahun 1973, saat laskar pelangi memulai tahun pelajaran pertama mereka di sekolah dasar muhammadiyah guntong. tempo yang kurasakan masih terlalu cepat. meskipun begitu, masih tetap membuat khidmat para penonton yang sebagian besar berprofesi sebagai guru di bandung.

lima tahun berlalu, laskar pelangi tumbuh bersama menjadi segerombolan anak dengan kisah yang unik dan menginspirasi. tiga tokoh sentral dalam film ini adalah ikal, lintang, dan mahar yang tidak hanya kocak, tetapi juga bermain sungguh natural dan baik. terlihat juga dalam film ini bagaimana dunia anak2 yang begitu ceria dan menyenangkan. padahal di balik itu, ibu muslimah dan pak hasan bersusah payah mempertahankan sekolah yang terancam ditutup lantaran sudah tidak punya lagi murid.

film yang berdurasi 2 jam lebih ini, ditutup dengan perginy lintang yang harus menghidupi adik2nya lantaran sang bapak yang meninggal saat mencari ikan. padahal lintang merupakan anak yang cerdas dan selalu membawa semangat bagi ikal untuk terus belajar dan bermimpi.

cukup banyak hal yang ingin disampaikan dalam film garapan riri riza yang diambil dari novel karya andrea hirata ini. dimulai dari selalu saja ada jalan bagi yang ingin berusaha dan bersemangat menjalani hidup, berbuat tanpa pamrih, hingga kekuatan sebuah mimpi yang mampu membangkitkan sesuatu yang terlihat jauh untuk digapai.

bagi yang belum nonton, disarankan untuk nonton film ini. bagi yang udah nonton, sepertiny cukup sekali aja. bagi andrea hirata dan riri riza, gratisin dong filmny supaya lebih banyak orang yang bisa nonton. seperti yang disampaikan di film tersebut untuk selalu banyak memberi dan berbuat tanpa pamrih.

6 thoughts on “Empat Jempol untuk Laskar Pelangi

  1. Yudha P Sunandar berkata:

    @ enggar
    oh, begitu yah mba. trims infony.πŸ˜€

    @ zhe
    bisnis model ngak selalu mengharuskan sistem royalti. ada banyak bisnis model lainnya.
    *contoh kasusny diambil dari dunia FOSS. belum tau efekny kalo digunakan di bisnis film*

    @ rani!
    9 kan angka bagus.πŸ˜€

    @ OP
    yups, setuju banget.

    @ nindy
    aku kan ngak suka novelny karena udah banyak yang baca. meskipun dengan aku berkomentar, bukan berarti aku menilai bahwa novelny jelek.
    kalo aku nonton film-ny, lantaran dikasih gratis tiket nonton aja. makany nonton. kalo ngak, yah ngak akan nonton.πŸ˜€

  2. enggar berkata:

    Hasil royalti filmnya untuk membiayai laskar pelangi in action kok Yud. Itu program Andrea untuk pendidikan anak-anak di Belitong agar dapat melanjutkan sekolah ke PTN. Harapan aku dari film ini semoga anak-anak muda lebih termotivasi untuk terus bersekolah. Tidak mudah menyerah dan putus asa, ehemπŸ™‚.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s