Menyelami Arti Kita Di Sini


ada satu pandangan menarik dari pak benhard sitohang, ketua poss itb. beliau mengatakan, sekolah merupakan tempat untuk mencerdaskan dan membuat anak menjadi pintar. bukan mengajarkan apa yang dunia kerja butuhkan. lebih lanjut lagi, ketika anak telah menjadi cerdas dan pintar dari proses sekolah, maka diharapkan dia mampu membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. atau setidaknya dia akan selalu dibutuhkan oleh dunia kerja. pandangan yang tidak hanya menarik bagiku, tapi juga sangat bijak.

pandangan ini beliau sampaikan dalam kegiatan workshop pilot project smu-oss pada kamis, tanggal 18 agustus lalu. pandangan ini merupakan jawaban atas pernyataan seorang guru yang bilang kalo penggunaan perangkat lunak open source akan sangat sulit dilakukan di lingkungan sekolah lantaran kebanyakan dunia kerja telah menggunakan perangkat lunak proprietary. jadi, kesimpulannya guru tersebut mau menyampaikan bahwa sekolah merupakan tempat anak untuk belajar apa yang dibutuhkan dalam dunia kerja dan yang sedang trend dalam kehidupan saat ini.

awalnya aku kurang paham dengan apa yang pak benhard sampaikan. tapi ketika pak eko mursito budi sambil tersipu2 dengan gayanya nyeletuk, ‘oh berarti anaknya juga harus diajarin korupsi juga yah pak. kan lagi trend dalam kehidupan nyata.’ baru lah aku ngerti apa yang pak benhard sampaikan.

sebuah tempat yang bernama sekolah memang merupakan tempat untuk mencari ilmu. tapi yang sangat disayangkan, ngak sedikit orang menyekolahkannya anaknya untuk tujuan pragmatis seperti supaya gampang mencari uang, jodoh, dan prestise agar terpandang di masyarakat. tentunya, ini membuat banyak talenta anak terbuang percuma lantaran orang tua memaksakan kehendak yang ngak sebenernya kurang disukai sang anak. banyak orang tua yang bangga melihat anaknya jadi dokter dan insinyur yang lebih terpandang di mata masyarakat. padahal nggak sedikit anak yang berharap dan berkeinginan untuk menjadi sebaliknya dan mengikuti apa kata hatinya, seperti jadi sastrawan, seniman, atau seorang koki.

secara kasat mata punya banyak dokter dan insinyur atau pekerjaan yang punya prestise tinggi memang bagus. tapi cobalah kita lihat pesan rasulullah yang menyatakan, ‘jika urusan tidak diserahkan pada ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.’ aku sendiri menyimpulkan, ketika seseorang dipaksakan untuk menggeluti hal yang bukan bidangnya, bisa jadi dirinya tidak akan berkembang dan hasil pekerjaannya ngak akan sebagus orang yang memang punya talenta di bidang tersebut.

menyambung dengan pandangan yang pak benhard sampaikan. terkadang kita terlalu melihat sesuatu dengan sangat pragmatis. kita ngak melihat ada sebuah potensi yang terlewatkan dalam diri kita yang sebenernya kalo itu dimanfaatkan akan sangat besar manfaatnya untuk kita dan orang2 di sekitar kita.

ketika kita melihat sekolah sebagai tempat untuk mengajarkan apa yang dibutuhkan dunia kerja, maka yang akan kita cetak adalah orang2 yang hidup hanya untuk bekerja. boleh jadi, dia hanya bekerja untuk dirinya sendiri dan ngak punya imbas secara sosial ke orang2 di sekitarnya. tapi ketika kita melihat sekolah sebagai tempat untuk membuat anak menjadi cerdas dan pintar, bisa jadi yang akan kita cetak adalah orang2 yang benar2 menyenangi bidangnya, kemudian bisa berguna untuk orang2 sekitarnya. boleh jadi juga berguna untuk negaranya.

yuk, ah! mari kita lebih mengenal diri kita dan berbuat atas apa yang tergaris untuk diri kita. bagaimana pun juga, hidup ini terlalu singkat dan sia2 apabila dilewatkan hanya untuk melakukan sesuatu yang bukan diri kita.

Iklan

5 thoughts on “Menyelami Arti Kita Di Sini

  1. Yudha P Sunandar berkata:

    @ agah
    sudah terlihat, kang. sukses…!!! 😀

    @ ali
    sepertinya bukan masalah di pendidikan, tetapi paradigma yang terjadi di level masyarakat. udah banyak yang salah. mereka terhegemoni oleh sesuatu yang justru di masa depan bisa menjerumuskan kita semua.

    @ petra
    yups, setuju pet 😀

    @ enggar
    yups, setuju banget, mba. tapi gmana caranya memutuskan rantai hegemoni sosial ini yah?

  2. ali berkata:

    memang arah pendidikan kita sudah salah. disekolah kita mulai dari kecil sudah seperti didoktrin bahwa kita sekolah untik mendapat kerja dan cari uang, itu saja. bahwa kesuksesan seseorang itu hanya dilihat dari uang yang sudah dia kumpulkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s