Pengelolaan Penyajian Makanan Warung Pasta Saat Buka Puasa Masih Perlu Dibenahi


hari ini anak2 igos center bandung ngadain buka bersama ngak resmi. awalnya buka puasa bakal diselenggarain di double steak, di sekitaran jalan sunda. tapi karena letaknya yang terlalu jauh dari kampus itb, akhirnya beberapa orang memutuskan buat mencicipi warung pasta yang letaknya cuman beberapa meter dari masjid salman dengan harapan menemukan suasana yang baru dan berbeda.

kami semua datang ke warung pasta di jalan ganesha sekitar jam setengah 6 sore. suasana masih cukup lenggang saat itu. kami langsung memesan tempat untuk 8 orang. tak seberapa lama, kami semua dibagikan daftar menu oleh sang pelayan. satu per satu dari kami mulai memesan makanan. dengan tambahan pesanan ‘ngak pake lama’ tentunya.

lima belas menit setelah kami duduk, suasana mulai ramai. pelayan pun mulai sibuk membagikan teh hangat dan tajil yang berupa kurma dan kolak. yang mengherankan, kami belum sama sekali mendapatkan jatah tajil yang dibagi2kan gratis oleh pelayan ke pengunjung lain. padahal, pengunjung yang lain baru saja datang dan belum juga pesan makanan, langsung disajikan tajil gratis. sedangkan kami, yang udah pesan makanan dan telah duduk lebih dari 15 menit, belum sama sekali disajikan segelas teh hangat atau pun sepiring kolak manis. sejalan dengan itu, musik mengalun semakin keras diantara riuh pengunjung yang membuat keadaan makin pusing untuk diliat.

tak seberapa lama, beberapa pesanan pun datang. beberapa piring kolak pun mulai datang bersamaan dengan pesanan. meskipun begitu, kami masih juga kebingungan apakah waktu buka puasa telah tiba atau belum. padahal masjid salman jaraknya cuma beberapa meter dari tempat makan. tapi lantaran suara musik yang terlalu keras, membuat kami ngak bisa mendengarkan suara adzan sedikit pun juga. akhirnya, setelah tanya sana, tanya sini, kami dapat informasi bahwa waktu buka telah tiba dan kami langsung menyantap hidangan yang telah disajikan.

sembari menyantap hidangan, beberapa gelas teh hangat disajikan dihadapan kami. itu pun dengan jumlah yang lebih sedikit dari kami yang datang berdelapan. saat ditanya, sang pelayan pun hanya mengeluhkan bahwa teh untuk tajil telah habis. yah, kami hanya pasrah dengan mulai mencicipi hidangan satu persatu.

beberapa menit setelah kami mencicipi hidangan tajil yang berupa kolak dan segelas teh manis yang diminum secara bergantian, pesanan makanan hampir sepenuhnya rampung. itu pun masih ada kawan kami yang belum kebagian pesanan. tapi setelah beberapa menit berlalu, makanan kawan kami belum juga datang. setelah ditanyakan ke pelayan, barulah makanan kawan kami datang.

tidak hanya soal pesanan makanan. pesanan minuman pun ternyata bermasalah yang menimpa kawan kami yang lain. minuman baru datang setelah sang pelayan ditegur. itu pun datang lantaran kawan kami mengganti pesanan. kalo tidak diganti, entah kapan datangnya.

satu hal lagi yang agak membingungkan, yaitu kurma datang pada saat makanan telah kami santap hampir setengah porsi. padahal, apabila memang maksudnya untuk berbuka, seharusnya kurma datang beserta dengan kolak dan teh manis di awal hidangan.

dari peristiwa makan di warung pasta hari ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pengelola, yaitu: 1. perhatikan timing penyajian hidangan tajil. sebaiknya, hidangan tajil ada sebelum hidangan lainnya tersedia di meja. 2. ketersediaan hidangan tajil tolong diperhatikan. jangan lantaran gratisan, menu tajil yang ada didistribusikan setengah2. 3. kecilkan suara musik saat waktu berbuka hampir tiba. atau andaikan enggan mengecilkan suara musik, informasikanlah kepada pengunjung bahwa waktu berbuka telah tiba. 4. kelola dengan baik daftar makanan yang dipesan. karena, dengan terlambatnya distribusi makanan dan minuman yang dipesan, bisa berakibat buruk pada mood makan pengunjung yang bisa jadi pindah ke tempat lain.

postingan ini bukanlah untuk memojokan. tetapi sebagai bahan masukan agar pelayanan warung pasta bisa lebih baik lagi.

12 thoughts on “Pengelolaan Penyajian Makanan Warung Pasta Saat Buka Puasa Masih Perlu Dibenahi

  1. ANDI berkata:

    Yang Pasti kabarnya, sekarang pelayanan warung pasta ganesha udah jauh lebih baik dari comment yang ada
    buktinya gw makan di sana kemarin mulai dari pelayanan dan penyajian produk tidak mengecewakan
    cobain aja kalo lu lu pade pada penasaran ok?

  2. Yudha P Sunandar berkata:

    duh, kurang tau yah menu terenak di sana apa. tapi yah easy going aja deh. lagian, setiap orang kan punya selera dan penilaian yang berbeda2.

  3. tiara ramadhani berkata:

    aduuuh..
    sialnya saia baru baca postingan ini..
    .
    .
    saia ada rencana mau buka bareng di warung pasta..
    saran dari temen sih..(dia pinter banget promosinyah)
    .
    .
    tapi, searching di internet,
    ternyata KEBANYAKAN orang pada ngomong..
    pelayanan di sana kurang bagus.
    pesanan lama datang dll..
    .
    .
    aduh..
    heuheu.
    .
    .
    kira2 menu terenak di sana apa yah?

  4. Yudha P Sunandar berkata:

    @ anis
    yah, hampir mirip2 kayany mba. cuman yang belum ada hidangannya peps*d*nt, clos* *p, cipt*d*nt, dll.๐Ÿ˜€

    @ nindy
    sabar nin… sabar… bulan puasa… jangan dendam…๐Ÿ˜€

    @ rani
    coba aja ran. belum tentu yang pas bagianmu mengecewakan. anw, mau nyoba buat makan2 kelulusan, yah…???๐Ÿ˜€

  5. nindy berkata:

    Iya ni, apa lagi pas minuman yang datengnya lelet…
    padahal udah seret pengen minum…
    kayanya si itu emang WARUNG, bukan restoran..
    ya begitulah pelayanan di WARUNG,

  6. Yudha P Sunandar berkata:

    @ adham
    trims, udah mengingatkan. aku lupa ternyata ngak ada imbuhan me-an. yang adanya me-kan. hehehe

    @ deniar
    iya, tapi ngak separah disitu, den.

    @ pashatama
    kurang tau juga, mba. sepertinya kalo diliat dari lokasinya, akses shelly ke situ biasanya lebih mudah. jadi, mungkin warung pasta-nya shelly. tapi, sebenernya, meskipun sibuk, kalo di kelola dengan baik, mungkin ngak akan separah itu.

    @ koen
    diterima mas masukannya. hehehe๐Ÿ˜€

  7. pashatama berkata:

    @ Adham : please deh ah

    Yudha, ini warung pasta yang Shelly suka kesana bukan sih ya? Rasanya denger beberapa kali. Yang bikin kesel adalah dateng duluan diladenin belakangan ya Yudh? Kalo semua sibuk sih rasanya bisa maklum (malah suka pengen bantu2, hihi).

  8. deniar berkata:

    Sepertinya hal seperti ini sering kali terjadi di saat masa2 buka puasa. Gak cuman di Warung Pasta koq, di beberapa restoran terkenal (menengah) di Bandung juga begitu. Maklum lah lagi rush hour

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s