Bandung – Jakarta Amazing Adventure : Jakarta Adventure (Part 2)


karena mobil keadaannya nggak memungkinkan untuk membawa kami ke tempat tujuan, akhirnya kami semua memutuskan untuk membagi tim sesuai dengan tujuan tempat yang akan kami singgahi. nugie dan azhari berangkat duluan ke lipi dengan pakaian ala sales dan pencari kerja. aku dan rolly memutuskan pergi menuju mampang beberapa saat kemudian yang disusul oleh hilman menuju ke ristek. senny dan irfan akhirnya harus rela menemani xenia hitam kami dibenerin di bengkel.

aku dan rolly sendiri ngak tau dimana mampang prapatan 10 yang kami tuju. dengan modal tanya supir bis, polisi, serta tukang batagor, kami akhirnya sampai di lpt nurul fikri, tempat pengambilan majalah infolinux untuk kegiatan lgts. di sana ketemu mas sony yang udah mempersiapkan majalah yang kami pesan sebanyak seribu eksemplar. sembari menunggu waktu, akhirnya kami membungkus ulang seribu eksemplar majalah dengan kardus. tujuannya supaya gampang diangkut dengan transportasi umum.

di luar dugaan, ternyata jumlah paket kardus majalah berjumlah 7 paket. itu artinya kami berdua ngak akan bisa mengangkut dengan transportasi umum dan mau ngak mau harus nunggu mobil kami datang.

setelah telepon2an ama senny menjelang jam 2 siang, ternyata mobil belum selesai juga dibenerin. selain itu, ngak ada seorang pun di bengkel yang punya sim. akhirnya, aku dan rolly memutuskan buat memesan taksi menuju bengkel tempat mobil dibenerin, kira2 di daerah kampung makasar, belakang bandar udara halim perdana kusumah. karena, cuman rolly yang punya sim dan dekat dari lokasi bengkel.

seiring dengan itu, rendy mulai menelepon posisiku. karena, sebenernya kami berdua janjian di tempat mas koen. dengan alasan ngak mau membuat orang panik, kami ngak ngasih tau keadaan yang tengah dialami sambil mengejar waktu mudah2an kami bisa ke tempat mas koen tepat waktu.

sesampainya di bengkel, mobil memang udah bisa berjalan lagi. tapi, bagian depan yang penyok dan kap yang ngak bisa dibuka, membuat xenia yang kami tumpangi harus mendarat terlebih dahulu di bengkel ketok magic yang disarankan pengguna bengkel. karena bagaimana pun juga, kami ngak bisa melakukan perjalanan dengan keadaan mobil yang kap mobilnya ngak bisa ditutup.

setelah nanya ke bengkel ketok magic, kisaran waktu yang dibutuhkan mencapai 3 jam lamanya. aku sedikit putus asa karena bagaimana pun cepatnya dibenerin, tetep aja ngak bisa ngejar waktu janjian ketemuan ama mas koen. akhirnya dengan berat hati, aku ngesms mas koen bahwa kita ngak bisa ke sana. karena ngak mau membuat orang lain panik, aku cuman ngasih alasan bahwa ada beberapa hal yang masih harus kami lakukan di ristek. maaf yah mas koen dan rendy karena ngak bisa menuhin janji untuk ketemuan di sana.

akhirnya, aku cuman bisa pasrah. sembari bengkel ketok magic ngebenerin mobil, aku duduk di bangku dengan rasa kantuk yang amat sangat. rolly dan irfan lebih memilih untuk ke mesjid dan makan mie. senny ternyata merasa ngantuk juga. kami berdua cuman bisa tidur sambil duduk di kursi bengkel yang terbuat dari kayu dan bersandarkan tembok.

menjelang jam 6 sore, mobil sudah mulus kembali. kap mesin mobil yang tadinya ngak bisa ditutup, sekarang sudah bsa dirapatkan. menjelang jam setengah 7, aku, rolly, irfan, dan senny beranjak pergi menuju masjid istiqlal. di sana tengah menunggu hilman, nugie, dan azhari setelah sebelumnya mengunjungi lipi dan ristek.

sekitar jam 7an, kami berempat akhirnya tiba di istiqlal. ini adalah kali pertamanya aku mengunjungi masjid yang kerap kali digunakan sholat oleh pejabat-pejabat negara ketika sedang ada hari raya besar islam. kebetulan di masjid sedang berlangsung sholat isya. aku, rolly, dan irfan kemudian langsung ambil wudhu dan ikut sholat berjamaah.

saat masuk mesjid, aku cukup terpukau dengan arsitektur istiqlal. begitu megah dan besar. karpetnya pun cukup empuk. sepertinya, kalo merebahkan diri di sini, cukup nyaman juga. pokoknya senang sekali menginjakan kaki di masjid yang kalo nggak salah terbesar di asia tenggara.

setelah hilman, nugie, dan azhari kami temukan, kami langsung tancap gas menuju bandung. saat melihat kondisi mobil yang tak nampak rusak akibat kecelakaan tadi siang, hilman nampak tak percaya. bener2 mantap bengkelnya. meskipun begitu, trauma tabrakan masih membekas di benakku.

bersambung…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s