Speech Less…


ngeliat tulisan kang agah yang dibagi jadi 3 bagian berjudul kilas balik lulus 1, 2, dan 3, aku ngerasa speechless. alasannya, beberapa pernyataan dan pengalaman beliau ada yang ‘gw banget’. misalnya aja di cerita kilas balik lulus bagian 1. pengalaman yang sama terjadi ama aku juga. aku begitu ngak yakin atas apa yang aku jalanin ini. merasa ngak yakin kalo2 yang aku jalanin ini ngak punya masa depan yang baik. tapi entah kenapa, ada sebuah keyakinan yang membuat aku melakukan semua ini tanpa sadar dan hingga dititik yang ‘lumayan’ seperti sekarang ini. di tulisan pertama ini, kang agah juga bercerita tentang bagaimana dia mencoba untuk menjadi lebih bijak.

di tulisan berikutnya, kang agah bercerita bagaimana orang2 zaman sekarang cenderung berparadigma kapitalistik dan dengan jalan yang lebih pragmatis. ini adalah salah satu hal yang entah kenapa menggugah kepedulianku. di sekitarku, banyak orang yang mereka kuliah dan bekerja dengan rela meninggalkan bakat alamiahnya hanya untuk mengejar nilai secara finansial yang aku sebut nggak punya nilai kehidupan (value of life). padahal yang terpenting, manusia seharusnya hidup dengan membawa nilai kehidupan. lebih lanjut lagi, kang agah menyatakan bahwasannya tak peduli pekerjaannya apa, yang penting sumber hartanya halal dan pertemuan kita dengan orang lain membawa dampak positif.

di tulisan yang terakhir, saat postingan ini ditulis, kang agah bercerita tentang bagaimana beliau memulai usaha dengan tanpa dukungan moral dari orang tua pada awalnya. ini juga yang terjadi ama aku. orang tuaku selalu aja menyuruh aku kerja dengan kerjaan dan gaji yang lebih layak. tapi, ternyata aku lebih memilih kaya sekarang dengan cita2 sebagai penulis dan wiraswasta. meskipun belum terwujud sepenuhnya, tapi aku mencoba meyakinkan mereka bahwa yang aku impikan bakalan terwujud. sampai2, supaya aku agak sedikit aman, ijazah kuliah pun belum aku ambil hingga sekarang.

selain itu, ditulisannya, kang agah pun bercerita mengapa dia lebih memilih untuk mengikuti apa yang dicita2kannya ketimbang harus kerja dan ngumpulin modal dulu sebelum berwirausaha. jawabannya yang cukup padat dan bermakna, sangat jelas membekas di hatiku. dia juga bercerita yang intinya kalo kita yakin, semua hal pasti bisa terwujud dengan mudah.

yah, begitulah. aku bener2 terkagum dengan tulisan kang agah yang sangat inspiratif ini. sampai2 sebenernya aku speech less karena ngak bisa komentar dan aku cuma bisa bilang, ‘ini gw banget’. salut untuk kang agah…

Iklan

8 thoughts on “Speech Less…

  1. Yudha P Sunandar berkata:

    @ kang agah
    itu rasa keterpukauan yang paling dahsyat kang. makanya langsung ditulis di blog. 😀

    @ afwan
    yups, hakekat kesadaran diri ngak harus melalui media menulis. tapi bisa juga dalam kontemplasi bersama diri.

    @ donny reza
    wah, ngak berani juga bakar ijazah. itung2 itu semacam bukti kwitansi bahwa kita ngak ngutang ama kampus. hehehe 😀

  2. Donny Reza berkata:

    Kalo mau lebih ekstrim, bakar aja ijazahnya Dha… 😀 Saya juga pernah nyaranin gitu ke agah, tapi ditolak :)) Jadi idealis memang banyak tantangan dan godaannya Dha, kudu siap mental dan kudu yakin pastinya. Selamat berjuang 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s