Seimbangkan Otak dengan Musik


beberapa hari yang lalu adeku ngajak buat beli gitar bareng. satu2nya alasan yang dia kemukakan adalah karena lama nggak bermain musik membuat otak jadi bodoh. ngedenger alasan yang sederhana dan dalem itu, aku juga jadi punya pikiran yang serupa. bisa jadi ini yang ngebuat aku akhir2 ini susah belajar. ya itu tadi, karena udah lama nggak maen musik.

bermain musik merupakan salah satu cara untuk menyeimbangkan antara otak kanan dan kiri. belajar musik pada umur 8 – 9 taun bisa lebih menyempurnakan jembatan yang menghubungkan antara otak kanan dan kiri. selain itu, mendengarkan musik juga bisa membuat kecerdasan bertambah dan mengenal nada lebih baik serta pendengaran yang bisa lebih baik dari tidak mendengarkan musik. kelebihan lainnya, kemampuan verbal anak2 pun meningkat sehingga mampu meningkatkan kemampuan berkomunikasi.

di luar negeri, musik merupakan mata pelajaran wajib di sekolah dasar. alasannya, seperti di atas. lebih dari itu. musik juga dijadikan media terapi untuk menyembuhkan penyakit autis.

aku sendiri belajar main musik sejak kelas 2 smp. setelah keluargaku pindah ke cirebon, main musik bukan lagi hal yang mudah aku dapet. akhirnya aku lupa main musik sampai beberapa hari yang lalu adeku bilang butuh gitar buat main musik.

yah, sepertinya otak ini memang perlu diseimbangkan. setidaknya, supaya nggak terlalu bodo atau jadi bodo. ditambah lagi supaya selalu inget kalo idup ini juga penuh dengan keindahan. salah satunya keindahan dalam alunan suara.

Iklan

7 thoughts on “Seimbangkan Otak dengan Musik

  1. Yudha P Sunandar berkata:

    yups, menurut tulisan yang kubaca memang seperti itu. awalnya dari menebalnya jembatan antara otak kanan dan kiri yang salah satu efeknya membantu memperlancar komunikasi.
    ya sih. kalo langsung bleng agak susah. aku juga seneng dengernya kalo udah agak dicampur2 dikit. misalnya yanni. musik klasik tapi udah dicampur2 dikit dan yang keluar, emang enak musiknya.

  2. crappuccino berkata:

    Hmm.. musik membantu komunikasi? Baru tau neh.

    Mungkin kalo langsung “bleng” musik klasik itu agak susah. Apalagi tiap orang kan beda2 seleranya. Cuma, setuju sih kalau sedari kecil, anak2 dikenalkan sama “keindahan” musik. Paling nggak, jadi tau harmoni lah. Lagipula, saya rasa insting untuk menghargai musik itu ada di tiap manusia (meski kalo nyanyi rada2 fals, tapi rasa menyukai itu pasti ada)

  3. Yudha P Sunandar berkata:

    @ t4rum4
    kata orang sih musik klasik enak. tapi ampe skarang anehnya masih nggak bisa nikmatin musk klasik. masih lebih nyaman dengan jazz dan blues serta rock.

    @ Bayu
    yups. memang enak yang pure instrumental. G3, casiopea, dan yanni contohnya. apalagi yanni. unsur etnik-nya kerasa buanget. ini yang buat aku seneng ama musiknya.

    @ Adham
    nggak suka maen2 dham. fakir bandwidth soalnya. jadi cukup pake agregator. šŸ˜€
    ntar deh aku masukin dirimu ke agregator di ubuntuku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s