Orang Awam Linux Aja Bisa Pake GIMP…


upload.wikimedia.org

sumber: wikimedia.org

beberapa hari ini adeku lagi jatuh cinta ke seseorang. sebagaimana orang yang jatuh cinta, dia mengkoleksi foto2 sang pujaan hati yang dia dapat dari friendster. bukan hanya itu aja. foto si cewe pun dia manipulasi kemudian dia jadikan satu dengan fotonya. yang bikin aku kaget adalah perangkat lunak manipulasi gambar yang dia pakai adalah gimp dan berjalan di platform linux ubuntu.

kok kaget…??? karena adeku tuh orang yang jarang sekali pake linux. di kantornya pun sebagian besar perangkat lunak menggunakan windows dan aplikasi2 yang berjalan di atasnya. pake linux pun cuman di kostanku. karena di kostanku yang ada cuman linux, linux, dan linux.

waktu aku tanya, ‘kok bisa pake gimp…???’ dengan entengnya dia ngejawab, ‘yah bisa lah. hampir sama kok dengan photoshop.’ terus dia cerita kalo selama ini dia belajar photoshop di kantornya. dan ternyata cara kerja gimp nggak berbeda jauh dengan photoshop.

bagi yang belum tau gimp. gimp adalah perangkat lunak untuk memanipulasi gambar. perangkat lunak yang punya kepanjangan gnu image manipulation program ini, merupakan perangkat lunak yang sering digunakan orang untuk menggantikan photoshop. perangkat lunak ini berjalan di sistem operasi linux, windows, dan macintosh. berbeda dengan photoshop, gimp merupakan perangkat lunak yang bebas digunakan dan open source.

ternyata, orang yang awam linux pun, contohnya adeku tadi, mampu menggunakan gimp yang berjalan di platform linux. terus, kenapa banyak orang yang udah tau nggak bisa beli photoshop, tapi tetep aja pake photoshop yang versi ilegal ya…???

6 thoughts on “Orang Awam Linux Aja Bisa Pake GIMP…

  1. Yudha P Sunandar berkata:

    tapi, terkadang, kalo OS-nya masih proprietary, beberapa orang masih tetep menggunakan proprietary. berarti selain memperkenalkan di tingkat aplikasi, perlu dipikirkan juga cara agar mereka menggunakannya apabila masih menggunakan OS proprietary.

  2. Syafrudin Abi-Dawira berkata:

    Sebetulnya yang saya amati ketika masyarakat dihadapkan pada pilihan “open source = linux”, maka mereka merasa “lompatan” itu terlalu jauh, sehingga mereka tidak berani “melompat”.

    Padahal jika mereka tahu bahwa open source juga tersedia di Windows, mereka akan segera bisa melangkah secara bertahap tanpa harus melompat. Mereka bisa mulai dari mengganti MS Office dengan OO.o, lalu Photoshop dengan GIMP, dan seterusnya. OS-nya sendiri menjadi langkah terakhir.

    Mengenai keunggulan, sebetulnya menurut saya 95% dari masyarakat kita tidak membutuhkan kelebihan dari aplikasi propietary yang belum dipunyai oleh aplikasi Open source. Seperti contoh, OO.o belum mendukung VBA-nya MS Office. Apakah 95% masyarakat kita menggunakan itu ? Begitu pula yang lain.

    Jadi anggapan masyarakat tentang “keunggulan” ini akan pudar dengan sendirinya ketika mereka sudah mencobanya. Biasanya asal mereka mencoba salah satu aplikasi open source secara intensif, pada bulan pertama mereka sudah bisa berkesimpulan aplikasi tersebut sudah cukup buat mereka.

    Maaf saya fokus pada aplikasi, bukan pada OS, karena memang kenyataannya user berhadapan dengan aplikasi, bukan dengan OS.

  3. Yudha P Sunandar berkata:

    terima kasih mas usulannya. ide bagus. cuman perlu dipikirkan juga keunggulan produknya. kalo aplikasi internet dan software development, open source memang dianggap lebih unggul. tapi untuk aplikasi lainnya, masyarakat masih belum menganggap open source unggul. memang ini tugas kita bersama untuk membuat unggul produk open source.

  4. Syafrudin Abi-Dawira berkata:

    Ini salah satu strategi yang masih kurang digunakan oleh penggerak open source software, yaitu lebih memusatkan perhatian ke penggunaan aplikasi open source sesuai dengan kebutuhan pengguna, bukan ke sistem operasinya.
    Jadi kita perlu membuat kampanye open source secara tematik, seperti:
    – Tema open source untuk office automation, pusatkan perhatian pada penggunaan OpenOffice.org, AbiWord, Gnumeric, Planner, dkk. Termasuk bagi – bagi CD OpenOffice.org (dan aplikasi office automation lainnya) versi Linux, MacOS X, Windows.
    – Tema open source untuk perancangan grafis, pusatkan perhatian pada penggunaan GIMP, Inkscape, Scribus, dkk.
    – Tema open source untuk numerik dan statistik, …
    – Tema open source untuk internet, …
    – Tema open source untuk software development, …
    – …

    Inti persoalan menggunakan komputer bagi pengguna akhir adalah soal aplikasi.
    Sedang kepindahan orang dari Windows ke Linux (atau open source OS lainnya) itu perkara gampang kalau yang bersangkutan sudah terbiasa menggunakan aplikasi open source.

  5. Yudha P Sunandar berkata:

    tau deh… asal comot dari internet…๐Ÿ˜€
    lagian, belum pernah pake vista. jadi ngak tau theme vista kaya gmana…๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s