Sulitnya Mengkomunikasikan Jargon ke Orang Awam


salah satu ketakutan aku ngajar ibu2 di arcamanik adalah mengkomunikasikan materi ke dalam bahasa mereka. percuma apabila kita nerangin dengan jargon2 kita tapi mereka nggak ngerti sama sekali. tapi untungnya, ibu2 arcamanik ngerti bahasa inggris. jadi proses transfer ilmu menggunakan jargon2 ilmu komputer yang umumnya pake bahasa inggris, nggak terlalu sulit.

masalah kesulitan mengkomunikasikan materi ke orang yang awam materi kita, pernah aku alamin. gila, susah buanget ternyata. ceritanya, waktu itu aku lagi ngikutin pertemuan akhir taun sebuah organisasi gerakan sosial di jakarta. pertemuannya dalam skala nasional, jadi yang dateng adalah orang2 dari berbagai daerah di indonesia.

waktu itu kebetulan lagi ngobrolin tentang basis data dan penggunaan teknologi komputer. aku waktu itu sebagai pihak luar yang berasal dari konsultan si organisasi, menyarankan untuk pake produk open source, khususnya linux dan aplikasi yang berjalan di atasnya. saran ini ditujukan mengingat organisasi ini merupakan organisasi gerakan sosial yang prinsip2nya hampir sama dengan prinsip2 gerakan free software foundation.

waktu lagi istirahat, salah seorang peserta pertemuan nanya ke aku. pertanyaanya cukup simpel, yaitu : apa itu open source dan linux? dengan entengnya aku ngejawab disertai jargon2 open source dan linux. terus, sang penanya cuman bengong dengan tatapan kosong pertanda kagak ngerti.

ngeliat sikapnya yang keliatan kagak ngerti, aku terus nanya, apakah sang penanya pernah menggunakan komputer? terus, dengan santainya dia jawab kalo dia selama ini cuman ngeliat orang pake komputer dan baru sesekali mencoba. ngedenger jawabannya yang kaya gitu, aku langsung bilang ke dia buat belajar komputer dulu baru nanti aku jawab setelah dia cukup mumpuni menggunakan komputer. tapi si penanya memaksa untuk mendapatkan jawabannya saat itu. parahnya lagi, sepertinya si penanya juga nggak bisa bahasa inggris.

akhirnya, yang terjadi, aku harus ngejelasin pengertian sistem operasi dan aplikasi yang berjalan di atasnya, menggunakan bahasa yang amat sederhana banget ke orang yang awam banget komputer. waktu itu, penjelasan tentang 2 hal yang paling sederhana di komputer, memakan waktu ampe 1 jam lebih.

setelah panjang lebar ngejelasin, akhirnya dia ngerti juga, meskipun aku sangsi apakah dia bener2 ngerti, setidaknya, 50 persen dari yang aku terangin. meskipun begitu, dia merasa puas dan merasa mengerti apa yang aku jelasin.

itulah alasan kenapa aku paling takut kalo antara aku dan yang diajarin ada gap yang terlalu besar. nantinya bukannya saling ngerti setelah pelatihan berlangsung. malah saling pusing. yang diajarin pusing karena nggak ngerti materi yang diberikan. yang ngajarin pun akan lebih pusing karena kebingungan mengkomunikasikan materinya.

Iklan

5 thoughts on “Sulitnya Mengkomunikasikan Jargon ke Orang Awam

  1. Yudha P Sunandar berkata:

    iya, biasanya golongan doktor dan profesor bisa menjelaskan dengan bahasa yang sederhana dan mudah. aku pernah ketemu dan ngobrol tentang filsafat dengan seorang doktor filsafat di indonesia. bahasany enak dan gampang dimengerti. beda dengan ngobrol ama mahasiswa filsafatnya. bingung dan muter2 ngobrolnya.
    untuk linux, sepertinya perlu orang2 pinter nih yang turun ke masyarakat. πŸ˜€

  2. Agung berkata:

    setuju Yud, dan katanya orang jenius itu bisa membahasakan yang sulit menjadi yang sederhana dan mudah dipahami orang lain. Lagian, kan kerjaan sosialisasi ke masyarakat emang membahasakan Linux menjadi sesederhana mungkin kan? πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s