Pondok Baca Arcamanik, Sebuah Permata di Tengah Peradaban Kota


hari kamis ini adalah kali pertama ngajar di pondok baca arcamanik. setelah kamis lalu gagal ngajar gara2 ada miskomunikasi, kamis ini juga obsesi untuk ngajar di arcamanik harus pupus. gara2nya listrik di bandung timur, termasuk arcamanik, mati tanpa pemberitahuan. akhirnya di pondok baca arcamanik cuman ngobrol2 dengan bu emmy.

banyak hal yang aku obrolin ama bu emmy. yang buat aku tertarik, ketika bu emmy bercerita tentang kegiatan di pondok baca yang juga punya sebutan pondok baca arnoli ini. ternyata bu emmy yang punya tempat ini. beliau mengakui, karena keluarganya nggak punya bakat dagang, akhirnya ruko yang sekarang ada, digunakan untuk kegiatan sosial.

berbicara tentang kegiatan sosial, ada buanyak banget kegiatan yang sedang digeluti ama pondok baca ini. dari mulai yang sifatnya rutin, ampe yang insidental. misalnya aja yang rutin adalah ngebantu siswa smp terbuka dalam menyediakan sarana dan prasarana serta guru untuk belajar siswanya. ditambah lagi, pondok baca arcamanik juga nyediain perpustakaan yang bisa diakses oleh siapa saja yang butuh bacaan. dibaca di tempat bener2 gratis. tapi kalo mau dibawa pulang, harus daftar dulu jadi anggota dengan biaya, kalo nggak salah denger, cuman 15 ribu per tahun. bener2 murah kan?

dari kegiatan rutin ini, tercipta beberapa kegiatan insidental. misalnya aja ada jalan2 ke penerbit mizan. di sana peserta kegiatan bisa ngeliat berbagai proses produksi buku dari mulai mencari ide, menulis, hingga distribusi ke toko2 buku yang ada di seluruh tanah air. terus ada juga acara perkemahan sabtu-minggu (persami) yang kegiatanny diisi dengan neropong benda2 di luar angkasa sana yang saling berinteraksi satu sama lain.

nggak kalah dengan kegiatan edukasi untuk anak2, pondok baca arcamanik juga mencoba memantapkan program2 yang bertujuan untuk lebih mengakrabkan warga perumahan arcamanik. contohnya aja bu emmy sekarang lagi nyiapin sebuah buletin yang ditujukan sebagai media komunikasi antara warga di perumahan arcamanik. ada juga pelatihan untuk warga, khususnya ibu2, untuk meningkatkan kemampuan mereka di bidang teknologi informasi. dan kembali menurut pengakuan bu emmy, masih ada buanyak lagi program pondok baca arcamanik yang bertujuan mencerdaskan masyarakat.

ngedengerin uraian dari bu emmy, aku sungguh kagum. jarang sekali ada orang2 yang tinggal di lingkungan perkotaan tapi peduli dengan nasib masyarakat lainnya yang kurang beruntung. nggak hanya peduli, mereka berani berbuat sesuatu untuk membantu. masyarakat seperti inilah yang mansour fakih dan david c korten bilang sebagai masyarakat madani atau civil society. masyarakat yang mampu membangun kemandirian dengan menyadari potensi2 yang dimilikinya serta berusaha untuk memperjuangkannya.

melihat potensi ini, nggak ada salahnya kalo aku sebut pondok baca arcamanik adalah permata di tengah peradaban kota. karena, saat ini, peradaban di perkotaan jauh dari kata beradab. yang mereka pikirkan hanyalah bagaimana mendapatkan kekayaan sebanyak2nya. nggak peduli cara yang hendak mereka tempuh apakah halal atau haram. peradaban seperti ini adalah peradaban yang hitam dan kelam. maka dari itu, pondok baca arcamanik merupakan permata yang mencerahkan peradaban yang kelam. semoga…

Iklan

2 respons untuk β€˜Pondok Baca Arcamanik, Sebuah Permata di Tengah Peradaban Kota’

  1. Yudha P Sunandar berkata:

    duh, di mana yah…???
    kalo ndak salah, di jalan arjuna no. 5, arcamanik. makanya disebut juga arnoli. eh, arcamanik atau arjuna yah…???
    lupa… hehehehe…
    yang pasti, dari pintu masuk arcamanik, terus aja ke dalem. ikutin aja jalan utamanya. ntar ada ruko pertama, terus aja sampai ada ruko selanjutnya. nah disitu cari aja yang tulisannya ‘arnoli’. sampe, deh… πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s