Jadi Ini yang Namanya Frans Thamura


ada satu pengalaman menarik di igos summit 2, yaitu ketemu frans thamura. orang ini selalu jadi buah bibir komunitas open source di indonesia karena beliau dipandang cukup ekstrim dalam menyuarakan open source. aku sebenernya nggak punya pandangan mandiri terhadap frans. cuman denger dari orang bahwa frans cukup ekstrim, makanya aku pun memandang bahwa frans adalah orang yang ekstrim.

kesan pertama bertemu dengan beliau, aku agak kaget. soalnya frans adalah orang yang kekanak2an menurutku. selain itu, tinggi badannya juga agak sedikit lebih pendek dariku. hal ini sungguh berbeda dengan apa yang aku pikirkan. di benakku, frans adalah orang yang besar dan sangar. tapi dari kesan pertama ketemu, menurutku dia adalah orang yang punya dunia sendiri. ini terlihat dari cara dia berkomunikasi dengan orang yang lebih mengutamakan perkataannya sendiri dibandingkan perkataan orang.

saat makan siang, aku ketemu lagi ama frans. kali ini suasananya cukup serius. kesan kekanak2an yang aku liat tadi pagi, agak sedikit memudar. terlebih lagi aku datang dengan pak hemat, salah satu orang yang kena kritiknya.

pak hemat dan frans sedikit berdebat. isinya, membicarakan tentang igos center yang kena kritik frans juga. aku sengaja nggak terlalu banyak ngomong di sini dan berusaha mempelajari jalan pikirannya. dari tatapan matanya, dia nggak terlalu suka dengan pak hemat. ini terlihat dari jarangnya frans ngeliat wajah pak hemat. sekalinya ngeliat, hanya dengan mata yang diruncingkan.

dari hasil debat itu, aku menyimpulkan frans adalah orang yang kurang bisa mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain. dipikirannya, hanya pendapat dia lah yang benar dan pendapat yang nggak sesuai dengan punyanya, adalah salah.

meskipun ada banyak orang yang kurang suka dengan frans, beberapa orang justru menganggap dia adalah sosok yang unik. beberapa dari mereka berpendapat bahwa frans adalah orang yang berada di tempat dan waktu yang salah. pada saatnya nanti, orang seperti frans akan dibutuhkan oleh komunitas open source indonesia.

8 thoughts on “Jadi Ini yang Namanya Frans Thamura

  1. Frans Thamura berkata:

    hehe, thread ini naik di page visit google bro.. padahal dah lama🙂
    terus nulis nama saya yang bener dong, frans, pake s…

  2. Yudha P Sunandar berkata:

    weish… akhirnya blog ini dikunjungi ama aktivis dan pakar open source tanah air. ditambah lagi yang punya nama juga ada di sini. sungguh senangnya diriku. terima kasih udah dateng. hehehe…
    om frans, kok bisa tau diceritain di sini…??? pake ajian apa nih…???

  3. Frans Thamura berkata:

    haha, opensource murni memberikan income lebih karena gak perlu bayar lisensi

    compare sama barang bayar🙂 dan uangnya bisa buat makan makan

    cak gundul punya kepiting enak, babi tengil bali, soto kudus blok M, terus lapo tandongta

    coba kalau hanya dapat 5% dari jualan lisensi, uangnya makan nas gor, sudah bosen 10 tahun makan nasgor😉 sekarang kan pembuktian

  4. Frans Thamura berkata:

    hehe, kamu🙂 ngeblog saya..

    yah tiap orang ada biz model :0 saya tetap consistent OSI aja🙂

Komentar ditutup.