Klub Linux Bandung Ganti Visi, Yah…???


beberapa hari lalu ada seorang anggota milist yang mengirimkan hasil karya logonya ke aku. karena ukuran filenya lebih dari 100 kb, yang terlihat di thunderbirdku adalah peringatan bahwa file yang dikirimkan ke aku nggak bisa di download. akhirnya aku nyaranin logony ke milist klub. hasilnya, memang banyak orang yang senang dengan logonya dan sampai saat ini aku pun belum liat kaya apa logonya.
setelah beberapa hari berlalu, akhirnya hari rabu aku ke igos center untuk menyambut seorang tamu yang datang dari medan. seperti biasa, internet di igos center lumayan cepat dan unlimited serta gratis. aku coba buka beberapa situs, termasuk gmail yang merupakan provider emailku.
membuka email sungguh mengagetkanku. karena ada banyak email yang nggak masuk filter ada di inbox, termasuk salah satunya dari salah seorang anggota milist yang mengirimkan hasil karya logonya. secara berurutan aku buka email satu persatu dan aku arsipkan. lalu alangkah kagetnya waktu aku liat ternyata filetype logo yang dikirimkan adalah *.cdr, filetype dari aplikasi grafis proprietary. yah, aku maklumi karena si pengirim ternyata baru nyoba2 linux.
waktu aku sampaikan dimilist bahwa yang dikirimkan harus menyertakan juga filetype dari aplikasi grafis yang open source, ternyata cukup banyak juga tanggapannya dan cenderung salah menanggapi. akhirnya aku utarakan bahwa ada seorang pengirim logo yang menggunakan filetype dari aplikasi proprietary. kemudian beberapa anggota milist menyarankan sang pengirim untuk mengkonfirmasikan aplikasi yang digunakan dan sang pengirim pun mengakuinya.
tapi ternyata anggota milist yang lain malah nggak mempermasalahkan penggunaan aplikasi proprietary untuk pembuatan logo klub. padahal jelas2 di aturan terdahulu logo dibuat dengan menggunakan aplikasi open source, bukan aplikasi proprietary. mau negur, males juga. toh yang bilang ‘nggak masalah’ adalah orang yang buat aturannya. yah, kita tunggu tuh orang sadar apa kagak.
satu hal lagi yang lucu, ada seorang anggota milist baru yang memperkenalkan diri dan menyebutkan bahwa dia mendorong orang menggunakan open source tapi dia sendiri menggunakan aplikasi proprietary karena alasan disuruh kantor. kalo menggunakan sistem operasi selain linux tapi masih di sekitaran ranah open source nggak masalah. tapi ini jelas2 menggunakan aplikasi proprietary, yah jelas dipertanyakan.
dari kasus ini, perlu dipertanyakan, apakah bener klub linux bandung udah berganti visi? yang tadinya ingin mengajak orang menggunakan open source (khususnya linux) jadi mengajak orang menggunakan proprietary yang legal? atau yang penting hanya senang dan bagus, aplikasi yang digunakan nggak jadi soal? atau komunitas ini sekedar komunitas senang2 yang membicarakan tentang teknologi komputer? apakah memang udah terjadi pergeseran visi di klub? emang klub punya visi yah…???

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s