Beres baca buku Dead Poets Society


waktu lagi nyari buku the lovers dari jalasutra, nemu beberapa buah buku dead poets society dari penerbit yang sama. awalnya kepikiran mau beli buku dead poets society, tapi masih berjuang nyari buku the lovers. setelah nanya ke bagian informasi, ternyata bukunya udah nggak ada. ujung2nya, buku dead poets society yang dibawa pulang bersamaan dengan buku hak cipta: dahulu, kini dan esok dari yayasan obor indonesia.

setelah baca pengantar dari penerjemah, ternyata novel ini dibuat setelah filmnya dibuat. dengan kata lain, bikin film dulu baru dinovelkan. karena aku udah pernah lihat filmnya (meskipun setengah2), baca novel ini jadi nggak konsen 100% karena berusaha membayangkan kejadian demi kejadian dengan adegan di layar kaca.

setelah menjelang akhir2 (sekitar 5 bab dari belakang), aku mulai bisa konsen baca novel ini. aku baru sadar ternyata ceritanya sangat bagus. sayang aku nggak nonton filmnya dengan serius. klimaksnya, seorang anggota dari dead poets society bunuh diri lantaran tidak diizinkan ayahnya untuk memilih akting dan dipaksa untuk pindah ke sekolah militer guna memenuhi impian keluarganya menjadi dokter. disitu aku ngerasain sakitnya kehilangan orang yang udah bener2 deket dengan kita dan membawa perubahan yang sangat besar untuk diri kita.

pelajaran yang aku dapet dari novel ini adalah perlunya kita berani untuk berpikir liar dan membebaskan belenggu2 yang mengekang diri. selain itu, penting juga untuk mengetahui siapa diri kita dan memilih sesuai dengan apa yang kata hati kita suarakan. jadikanlah hidup kita luar biasa dengan selalu meraih kesempatan yang ada, carpe diem.

satu hal lagi. aku suka beberapa puisi dari novel ini. berikut beberapa bait puisi yang paling aku suka. istilah gaulnya : ‘gua banget’.

aku masuk ke hutan karena aku betul2 ingin hidup
aku ingin hidup penuh makna dan mengisap semua sumsum kehidupan
untuk menyingkirkan semua yang tidak hidup
jika tidak, jika mati aku tahu bahwa aku tak pernah hidup

=============================================================

berkumpullah wahai kuntum bunga selagi bisa
masa lalu masih ada:
dan bunga ini yang tersenyum hari ini
besok akan mati

=============================================================

O, kehidupan yang penuh dengan pertanyaan yang terus muncul
tentang rangkaian ketidakyakinan yang tak pernah berakhir
tentang kota yang diisi dengan kebodohan
apa gunanya berada di antara semua ini, o kehidupan?

bahwa kalian ada di sini – bahwa kehidupan itu ada dan jati diri,
bahwa sandiwara yang hebat ini terus berlanjut dan kalian bisa menyumbangkan sebuah syair

=============================================================

kita bermimpi tentang esok, dan esok tak pernah ada
kita bermimpi tentang kebanggaan yang tak benar-benar kita inginkan
kita bermimpi tentang hari baru ketika hari baru sudah tiba
kita lari dari peperangan ketika peperangan itu harus kita perjuangkan

kita mendengarkan panggilan namun tak pernah benar-benar memperhatikan
berharap akan masa depan ketika masa depan hanya direncanakan
bermimpi tentang kebijakan yang kita hindari setiap hari
berdoa bagi datangnya juru selamat ketika keselamatan ada di tangan kita

dan masih saja kita terlelap

dan masih saja kita terlelap
dan masih saja kita berdoa
dan masih saja kita takut

dan masih saja kita terlelap

Iklan

3 respons untuk ‘Beres baca buku Dead Poets Society’

  1. yanika berkata:

    Carpe Diem – Seize the day…
    there are lots of flowers blooming in the park
    smell the air, smell the joy of life
    hold the breathe-put the eye in hollow fog, the ear in empty bowl
    enough?
    then breath.
    this is the smell of the park
    where flowers blooming and dancing together
    with the breezy wind
    with the clouds floating on the sky

    met

    blood scent as sweet as cotton candy

    somehow, good n evil are equally sweet
    n they met together in the game called
    life

    the goal is the park
    not the game nor the play

    find the scent of flower
    then u’ll find

    since those are wont blooming last for ever

    Seize the day,brother.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s