lebih baik tak pernah dilahirkan, dan yang terbaik adalah segera mati


Kostan, Bandung, hari senin, 3 september 2007 jam 06.18 wib
ngantuk banget hari ini. biasanya sebelum subuh udah bangun, hari ini pas adzan subuh baru bangun. udah itu senyap2 gitu mau tidur lagi. maklum, kemaren cuapek banget. bolak balik jatinangor – bandung, terus ke undangan abis itu jemput lagi ke gedebage. huh, cuapeknya.
setelah shubuh, aku berselimut lagi. niatnya mau tidur lagi, tapi kagak bisa. padahal nih mata udah nguantuk banget. akhirnya baca buku tentang panduan penelitian oss. asyik juga ternyata bukunya. banyak pengetahuan baru yang bisa di dapet. aku lupa kritik untuk buku panduan ini. waktu lagi baca, kepikiran ada banyak kritik. tapi waktu mau ditulis, lupa semua. hahahahahaha…
anw, dari kemaren aku kepikiran kata2 dari silenussi periang, yaitu: “lebih baik tak pernah dilahirkan, dan yang terbaik adalah segera mati”. kata2 ini kemudian di populerkan oleh seorang aktivis mahasiswa di era tahun 60-an, yaitu soe hok gie. gie mengatakan, “lebih baik tak pernah dilahirkan, yang terbaik adalah mati muda. dan yang paling sial adalah mati tua”. kenapa dilahirkan adalah suatu keadaan yang tidak lebih baik daripada pernah dilahirkan? apakah kita tahu kalo kita tidak dilairkan bahwa kita memang tercipta? kecuali mati saat lahir atau usia balita. menurut islam, anak2 yang seperti ini akan langsung masuk surga. masih mending deh daripada yang nggak pernah dilahirkan. nggak ada sesuatu pengetahuan tentang dunia dan kita nggak akan pernah tahu kalo kita ada karena kita nggak pernah dilahirkan.
berbicara tentang dunia dan mengingat kata2 soe hok gie, tua adalah kesialan karena tua selalu identik dengan hal negatif seperti lupa akan idealisme masa muda. bisa saja ini merupakan alasan mengapa gie berkata seperti itu.
tapi menurutku, keberuntungan dinilai bagaimana kita menjalani kehidupan dan bukan dari mati muda atau tuanya. orang yang selalu mampu memberikan kebaikan kepada orang lain adalah orang yang paling beruntung. orang2 akan selalu mendoakannya sehingga orang yang selalu memberikan kebaikan itu akan mudah menjalani hidup. dan yang terpenting, selalu mendapatkan ridhonya.
Yudha P Sunandar
Sn

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s