Down, Down, Down…


Seperti judul sebuah lagu dari Joe Satriani, “Down, Down, Down” di sebuah album best of the best Joe Satriani. aku merasakan hal yang sama, yaitu lagi down. semuanya jadi serba aneh dan serba males plus serba sensi. ngobrol ma pacarku aja jadi kurang nyaman. apalagi ma orang, bawaannya pengen marah. pokoknya koneksinya lagi nggak bener. kata pacarku, kalo server lagi down, yah direstart ulang. tadi malem aku coba tidur. paginya memang agak seger, karena aku bangun pagi2 banget, sekitar jam lima subuh. tapi setelah nyampe dikampus, balik lagi sensinya. udah komputer belum banyak yang diinstal, nggak konek, wah, pokoknya jadi bt. belum lagi waktu ngesms pacarku, tau2 nomernya dua2nya nggak aktif. makin2 deh btnya. tapi setelah nelepon ke rumahnya dan denger suaranya, yah agak tenang lagi. meskipun belum tenang banget. karena ada ngeganjel di hati gara2 aku ngerasa nyakitin perasaan pacarku. maaf ya yang…
ngomong2 soal down, kenapa aku lagi down? beberapa hari ini aku mikirin penghasilanku untuk bulan depan. mungkin buat bayar kostan aja agak megap2, gmana untuk makan dll? wah, pokokny bikin idup amburadul. belum lagi spp masih nunggak. takut terjadi sesuatu yang nggak diinginkan, ngebatalin semua sks dalam semester ini. niat untuk seminar bulan desember pun kayanya agak terurung, soalnya kondisi aku lagi labil gini. klo kaya gini terus, aku ngerasa nggak sanggup buat nikah taun depan. tapi aku tetep niat taun depan. semangatnya memang belum ada, tapi pasti ada. semoga bt ini akan segera berlalu setelah bosku dateng dan menyuruhku melakukan beberapa pekerjaan. hahahaha.
tapi ngomong2 masalah uang, kenapa sekarang semuanya harus serba uang? kayanya nggak ada uang tuh nggak akan bisa idup di dunia ini. lebih dari itu, dengan perkataan “nggak ada yang gratis di dunia ini” mencerminkan bahwa masyarakat Indonesia perlahan2 udah keseret ke jurang yang namanya kapitalisme. jadi semuanya serba uang, modal, dan kekayaan.
kemaren juga aku ditawarin ma direktur konus pertama MLM (“Making Love Man”, hehehe. becanda. Multi Level Marketing yang bener), tapi aku nggak mau. alesannya, banyak. beberapa diantaranya adalah terlalu berparadigma uang dan selalu menjanjikan mendapat penghasilan yang besar. emang dijaman kapitalisme kaya gini kalo nggak punya uang nggak akan idup. tapi apa nggak bisa kita bekerja tanpa mengharapkan pamrih seperti orang2 jaman dulu? kenapa semuanya mesti uang? terus hal kedua yang nggak aku suka adalah barang2 yang diperjualbelikan di MLM itu adalah barang2 yang berasal dari amerika yang jaraknya beribu2 mil. berarti disitu ada upaya globalisasi produk. padahal globalisasi produk semacam itu bisa membuat perekonomian lokal banyak negara terancam hancur. buktinya seperti yang kita liat sekarang ini di Bandung. pasar2 tradisional mulai tersingkirkan ama mal2 besar. pedagang2 bermodal kecil harus tergusur dan dianggap merusak keindahan. padahal di jaman dulu, berdagang seperti itu wajar terjadi. mungkin bukan karena merusak keindahan, pedagang2 kecil seperti itu nggak ngedatengin devisa buat daerah. makanya pada digusur supaya investor2 pada dateng. yah ujung2nya semua duitnya masuk ke pemerintah lagi.
Sebenernya dah jenuh idup di Indonesia. aku pengen hijrah ke negara yang nggak terkena dampak globalisasi. aku pengen hijrah ke negara dimana ekonomi pasar merupakan azas perekonomian negara itu.
duh, jadi pengen baca buku lagi. lagi pengen berkontemplasi. hehehe. _()_

201106
Yudha P Sunandar
Sn

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s