"The Post-Corporate World"


sumber: blogger.com

Akhirnya setelah berbulan-bulan baca, kelar juga buku yang judulnya The Post-Corporate World karyanya David C Korten. bukunya bagus banget. ngebahas tentang gimana kapitalis yang diibaratkan sebagai kanker, telah menggerogoti nilai2 budaya yang ada di bumi ini. semuanya rusak akibat berkembangnya kapitalisme yang merupakan neo-liberalisme saat ini.

Dulu aku beranggapan bahwa liberalisme adalah pangkal dari kapitalisme. tapi ternyata waktu ngobrol ma Bos-ku ngebahas tentang liberalisme, dia bilang, liberalisme yang dicanangkan oleh Adam Smith adalah kebebasan pasar yang bertanggung jawab. berbeda dengan liberalisme yang dipakai saat ini. karena dasar dari kapitalisme adalah neo-liberalisme yang berkembang dalam beberapa puluh tahun terakhir ini. aku belum punya refrensi lengkap tentang ini. tapi penasaran nyari. o, ya. tentang neo-liberalisme ini aku tau dari buku yang berjudul “Kaum Marxis” yang aku punya dan aku beli waktu liat-liat di palasari. lumayan bagus. meskipun membahas tentang ide2 yang dikemukakan oleh marx, tapi sedikit juga menyinggung tentang neo-liberalisme karena antara komunisme dan neo-liberalisme merupakan filsafat politik yang berkembang dalam beberapa puluh tahun terakhir.

yah, kembali ngebahas buku karangan korten. banyak hal yang bisa dilakukan untuk menghambat laju kapitalisme yang sekarang ini mulai menjalar hampir ke pedesaan di seluruh indonesia. salah satunya adalah dengan tidak membeli produk yang dihasilkan oleh pasar globalisasi. salah satu ciri yang terlihat sekarang ini adalah banyaknya produk makanan yang berasal dari luar negeri. karena produk makanan yang baik, menurut korten, adalah makanan yang sumber dan produksinya sejauh-jauhnya adalah berjarak sekitar 30 mil dari tempat kita berada. karena semakin jauh makanan itu sampai ke rumah kita, akan semakin banyak pula kalori yang dibutuhkan dan semakin lama pula makanan itu sampe ke meja kita. dalam bukunya, korten menuliskan bahwa untuk 1 kalori makanan tiba di meja di rumah kita, membutuhkan 10 kalori. berarti banyak sekali energi yang terbuang hanya untuk mengantarkan makanan itu sampai bisa ke meja kita. selain itu, makanan juga mempunyai energi kehidupan yang apabila semakin lama, akan hilang. dan energi itulah yang sekarang kita butuhkan. apabila kita membaca buku tentang air yang berjudul “The Power of Water” karangan Masaru Emoto. disitu dijelaskan tentang energi yang dikandung air yang disebut dengan HADO. untuk memulihkan bagian2 tubuh yang rusak, bisa digunakan air dengan membentuk energi yang akan menghalau atau memulihkan energi negatif yang ada dalam bagian tubuh manusia yang rusak.
Balik lagi ke pembahasan. hehehe.

sumber: blogger.com

yah intinya, kita harus belajar hidup sederhana untuk menghalau pasar globalisasi atau yang dikenal juga dengan kapitalisme. yang paling ditakutkan, bisa terjadi krisis moneter tahun 1997 yang disebabkan gara2 banyak uang tapi jumlah barang sedikit, malah nggak ada sama sekali.

o,ya. membahas tentang hidup sederhana ini. di Amerika, gerakan secara sukarela untuk hidup sederhana telah banyak dilakukan. tapi liat di Indonesia. boro2 hidup sederhana . yang ada mereka nyoba untuk berbudaya hedonisme. padahal agama Islam sendiri untuk nyontohin untuk hidup sederhana. sampai2 nabi juga bersabda bahwa orang2 yang boros adalah sahabat setan.

jadi pendapat aku sendiri, untuk menghalau kapitalisme yang kita butuhkan adalah kembali ke kehidupan dalam kaidah nilai2 agama.

061106
Yudha P Sunandar
Sn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s