Dua Inti Ajaran Dasar Syekh Abdul Qadir Al Jailani


Foto: Blogspot.com
Foto: Blogspot.com

Beberapa hari yang lalu, saya menemukan kembali buku yang saya beli ketika berusia kelas 2 SD. Buku tersebut berjudul “Di Mana Allah” karya Muhammad Hasan Al-Homshi. Beberapa halaman awalnya sudah hilang, termasuk pengantar, tentang penulis, dan daftar isi. Sehingga saya tidak tahu sedikit pun tentang Muhammad Hasal Al-Homshi. Meskipun begitu, ketika saya membaca buku ini, ternyata bernuansa tasawuf.

Salah satu tokoh yang dihadirkan dalam buku ini adalah Syekh Abdul Qadir al Jailani, seorang tokoh Sufi dan ulama Tasawuf besar asal Jailan, Iran. Beliau merupakan pendiri dan penyebar salah satu tarekat terbesar di dunia, yaitu Tarekat Qodiriyah.

Muhammad Hasan Al-Homshi, sang penulis, cukup banyak memaparkan tentang inti ajaran Syekh Abdul Qadir. Ajaran beliau berangkat dari kegelisahannya melihat umat Islam yang senantiasa melakukan shalat, puasa, dan pergi haji, tapi semakin jauh dari nilai-nilai luhur Islam. Untuk itu, Syekh Abdul Qadir menyimpulkan bahwa permasalahannya berasal dari dalam diri manusia.

Syekh Abdul Qadir juga mengkritik praktik Islam warisan. Bagaimana pun, berislam tidak bisa diperoleh melalui warisan dan simbol-simbol fisik seperti bersarung lengkap dengan baju Koko dan Kopiah. “Beragama Islam artinya memasrahkan dirimu (lahir-bathin) kepada Allah, dan menyerahkan kalbumu semata-mata kepada-Nya,” begitulah sabda Rasulullah yang mengilhami Syekh Abdul Qadir.

Untuk itu, ada 2 hal yang melandasi inti ajaran Tarekah Qadiriyah ini, yaitu:

  1. Berserah diri (lahir-bathin) kepada Allah. Seorang muslim wajib menyerahkan segala hal kepada Allah, mematuhi perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya.
  2. Mengingat dan menghadirkan Allah dalam kalbunya. Caranya, dengan menyebut Asma Allah dalam setiap detak-nafasnya. Bagaimana pun, dzikrullah adalah suatu perbuatan yang mampu menghalau karat lupa kepada Allah, menggerakan keikhlasan jiwa, dan menghadirkan manusia duduk bertafakur sebagai hamba Allah. Hal ini merujuk pada hadist riwayat Ibnu Abid Dunya dari Abdullah bin Umar berikut:
    Sebenarnya setiap sesuatu ada pembersihnya, dan bahwa pembersih hati manusia adalah berdzikir, menyebut Asma Allah, dan tiadalah sesuatu yang lebih menyelamatkan dari siksa Allah kecuali dzikrullah.

Kedua hal ini, menurut Syekh Abdul Qadir, akan membawa seorang manusia senantiasa bersama Allah. Sehingga segala aktivitasnya pun bernilai ibadah. Lebih lanjut, beliau juga menandaskan bahwa keimanan ini merupakan landasan bagi terwujudnya tatanan sosial yang lebih baik lagi. Lebih jauh, sebuah tatanan negara yang Islami dan memenuhi aspek kebaikan universal.

34 thoughts on “Dua Inti Ajaran Dasar Syekh Abdul Qadir Al Jailani

  1. Sungguh sangat berharga tulisan saudara, menambah ilmu dan keimanan kita kepada Alloh Swt. Dan sudah selayaknya kita sebagai manusia makluk ciptaanNya harus dan wajib #ingat kepada Alloh Swt.

  2. terimakasih saudaraku telah berbagi ilmu, yang sangat barmanfa’at sekali untuk hayati dan ditapakuri…
    isi-isinya dan semoga saudara beserta keluaraga selalu ada dalam lindungan Allah SWT, serta selalu ada dalam rakhmat-Nya,,Aamiin…terus dilanjut…

    • tapi klu ga shalat bahaya juga men,,ketaatan syariat penting, nanti sama kaya agama lain, kebanyakan orang salah memahami ajaran syekh, abdul qadir ,banyak juga yang ketipu, ga menjalankan rukun Islam tapi sok ngaku dekat sama Allah dan Rasulullah,,hati2 kawan,,kita tetap taat syariat tapi berakhlak tasauf ( sufi) itu baru keren,,,,ya,, ga,? karna tasauf itu akhlak islam, bukan ajaran yg terpisah dari Islam ,itu menjadi satu kesatuan , tidak berdiri sendiri,,hati2 ketipu iblis, bahaya!!! , ga shalat ngaku dekat,,,,

  3. Ya Allah ya Robb-ku, hamba tiada akan pernah pantas masuk ke dalam surgamu yang indah yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, karena dosa-dosa hamba sangatlah besar, sebesar gunung dan sebanyak buih di lautan, tetapi hamba juga tiada kuasa jika Engkau siksa di dalam neraka-MU yang sangat pedih dan menyakitkan, ampunilah dosa-dosa hamba ya Allah sesungguhnya Engkau Maha mengampuni dosa-dosa besar, jangan murkai hamba, jangan hinakan hamba, jangan usir hamba dari usaha hamba mendekatimu ya Allah, bimbinglah hamba. Ya Allah ampunilah dosa kedua orang tua hamba sayangilah mereka, cintailah mereka kasihanilah mereka seperti mereka mengasihi hamba selama hidup hamba, masukkanlah mereka ke dalam surgaMU, jauhkanlah mereka dari nerakaMU, jauhkanlah siksa kubur ayah hamba, ya Allah ampunilah dosa istri dan anak-anak hamba, sayangilah mereka, kasihanilah mereka,masukkan mereka ke dalam surgaMU, jauhkanlah mereka dari nerakaMU, jauhkanlah mereka dari godaan syetan yang terkutuk, jauhkanlah mereka dari segala penyakit dan bencanaMU, ya Allah limpahkanlah rizki pada anak turun hamba jadikanlah mereka anak-anak yang sholeh dan bersujud kepadaMu sampai mereka meninggalkan dunia ini, ya Allah Yang Maha Pengampun dosa-dosa besar, ampunilah dosa saudara-saudara kami kaum muslimin dan muslimat masukkanlah mereka ke surgamu, jauhkanlah mereka dari nerakaMU, jauhkanlah mereka dari godaan syetan yang terkutuk, jauhkanlah mereka dari segala penyakit dan bencanaMU, Ya Azis Ya Ghaffara, Ya Robbal Al amin

  4. Trima kasih telah memulis tentang yg dmikian,smg ajang ini bs menambah amal perbuatan baik kt.AMIN…
    Aq hnya ingn menambahkan bhwa inti dr ajaran agama islam adlh tauhid…dan untk mempelajari tauhid yg bnr,,memang dibutuhkan wawasan dan ilmu pengetahuan yg benar,,,makasih.

    • ya Allah ya rob hamba tidak bisa menguasai diri hamba untuk mendptkn kebaikan dariMU kecuali E.ngkau hidangkan dan suguhkan. hamba juga tdk bisa mengendalikan diri hamba dari dosa kehinaan kebodohan ketidakberdayaan Engkau hindarkan Engkau tutupi dan engkau lenyapkan, bimbing hamba ke jalan yg Engkau ridhoi, dan jadikan hamba yg sebenarnya hamba utk slalu mengabdikan diri kpdMu dengan karunia dan RahmatMU. amin

  5. untuk mempelajari ajaran syekh abdul qodir jailani lebih mendalam lagi anda harus berbai’at kepada seorang guru mursyid yg benar-benar mempunyai silsilah keilmuan yang benar yang disebut thoriqiah, dalam hal ini khususnya thoriqah qodiriah.jika kita sudah berbai’at kepada seorang guru mursid baru kita bisa mengamalkan amalan/ajaran dari kanjeng syekh abdul qodir secara benar dan insyaAllah anda akan lebih mengetahui bagaimana zikir syir dan zahar yang benar. karena kajian ini sudah termasuk didalam kajian khususyiah.hati-hati dalam mengamalkan sesuatu jika tidak pas sanad keguruannya dan kita tidak bisa berguru dari buku saja.

    • kalau mengamalkan ajaran cukuplah dari Al Quran dan Al Hadis karena semua pengajaran berasal dari Al Quran dan Al Hadis. Jika mengamalkan tariqat kenapa harus memalui guru adalah supaya tidak mudah tersesat. JIka mengalami kebbingungan kembalikan semuanya kepada Al Quran dan Al Hadis. Dan kenapa tidak boleh berguru dari buku saja ??? padahal beliau (Syekh Abdul Qodir) waktu itu mengeluarkan juga buku dengan harapan bisa dipelajari oleh muridnya2 dan orang2 awan untuk mengembalikan ajaran ke Islam sesungguhnya (Al Quran dan Al Hadis). Belajar dari buku tidaklah salah.

  6. sebetulnya inti islam itu cuma 2,,, yaitu sabar dan ikhlas,, manusia skrang mmpelajari islam hanya kulitnya saja,, tak pernah mereka mau tau makna asli islam sbnarnya

    • mari kita menggali makna Islam yang sebenar2nya. tak usah melihat orang lain, mari evaluasi diri kita masing2 saja :-)

    • Sangat benar yg 2 itu…merupakan inplementasi dari makna dr islam itu sendiri…Tapi untuk menuju kesitu tak mudah bung..kita hrs belajar dulu mengenal diri , mengenal Allah…duduk ber-tahun2 mempelajari kitab kuning…Bertasyauf , bertauhid dan Fikih….klo tak gitu “sabar dan Ikhlas hanya Syariat sajalah.” tak ada arti apa-apa….

  7. siiiiiiiiiiiiiip, bisa menambah wawasan mengenai ajaran agama islam agar kita tidak salah dalam menjalankanya, karena banyak orang yang mengaku islam tapi pada kenyataanya, perilakunya jauh dari ajaran islam, karena itu semoga kita dapat membenahi diri kita sendiri sebelum kita membenahi orang lain.. oya tapi tolong kalau ada yang lain dibagikan lagi donk, tanks

  8. Bagus dan benar saudaraku …apa yang anda tulis dan pelajari semoga Allah SWT selalu meridhoi setiap amal ibadah yang anda amalkan.tetapi saudaraku untuk menuju kehadirat Allah SWT tidak cukup dengan beberapa jalan saja.Orang bilang ” banyak jalan menuju Roma ” maksud saya untuk memohon ridho Allah itu sangat banyak dengan pengertian sangat luas sekali,karena memang ilmu – ilmu Allah SWT tidak terbatas.Kita sering terjebak dalam fanatisme beragama yang ujung – ujungnya mendangkalkan ilmu agama kita, misalnya; merasa apa yang kita peroleh dan kita pelajari jauh lebih benar dari orang lain,menumbuhkan perselisihan2,hujat – menghujat dan suka berdebat dengan dalih kebenaran hakiki dsb. Selalu ingat saudaraku jika kita menyediakan wadah maka Allah SWT dengan mudah mengisinya begitu juga sebaliknya.Saudaraku…selalu pelajari,pahami dan amalkan ilmu – ilmu Allah SWT sesuai dengan pengetahuan iman dan taqwa kita dengan batas – batasanya dengan lemah lembut,cinta,ikhlas dan sabar kepada siapapun,terlebih lagi kepada Saudara2 kita yang seiman.Jangan selalu memperturutkan hawa nafsu,hindarilah perselisihan,hujat -menghujat dan perdebatan karena sungguh Allah SWT dan Rosulnya tidak menyukai itu.Renungkanlah.Terima kasih

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s